Breaking News:

Pendidikan

Ini Daftar 15 Daerah di Papua yang Tak Bisa Terapkan Sekolah Tatap Muka

"Tentunya kami tetap mengikuti perkembangan Tim Covid-19 di kabupaten dan kota," kata Christian Sohilait.

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Tirza Boyandone
Ilustrasi--Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Jayapura. SMAN 1 Jayapura masih memberlakukan pembelajaran secara daring atau online. 

TRIBUN-PAPUA.COM: Sebanyak 15 daerah di Provinsi Papua tak bisa menerapkan pembelajaran tatap muka di masa pandemi covid-19.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait.

Adapun wilayah adat yang masuk zona merah di Papua antaralain Pesisir Anim Ha; Merauke, Pegunungan La Pago; Jayawijaya, Pesisir Mamta; Jayapura, Mee Pago; Nabire, Saireri; Kepulauan Yapen, dan Biak Numfor, Pegunungan Mee Pago; Paniai.

Baca juga: Layanan Kesehatan dan Pendidikan di Puncak Lumpuh Pascaaksi KKB

Kemudian, Pesisir Mee Pago; Mimika, Boven Digoel, Mappi, Asmat, La Pago; Tolikara, Mamta; Keerom, dan Saireri; Waropen.

Sementara di wilayah Pegunungan Mee Pago; Deiyai, dan Mamta; Kota Jayapura, juga masuk zona merah Covid-19.

"Tentunya kami tetap mengikuti perkembangan Tim Covid-19 di kabupaten dan kota," kata Sohilait kepada Tribun-Papua.com, Senin (19/7/2021).

Dikatakan, para siswa siswi dan seluruh guru, serta tenaga pendidikan untuk sama-sama menerapkan Prokes.

"Kami selalu mengimbau agar bisa menjaga protokol kesehatan 3M; menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan," ujarnya.

Dia berpesan kepada para tenaga pendidikan hingga siswa/i dapat melakukan vaksinasi, sesuai usia yang ditentukan.

Baca juga: SMA Negeri 1 Abepura, Jayapura Masih Lakukan Sekolah Daring

Hal ini, mengingat catatan Satgas Covid-19 Papua, menyebut 2.556 anak di Papua terpapar covid-19. Lima di antaranya meninggal dunia.

"Tidak hanya siswa, guru juga ada yang terpapar covid-19. Untuk itu, mari lakukan vaksin guna melindungi diri anda," tegasnya.

"Anak-anak sekolah sudah bisa divaksin, alangkah baiknya bila dapat dilakukan," pesan Sohilait, seraya memastikan kesehatan diri siswa dan guru saat divaksin. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved