Breaking News:

Papua Terkini

Kota Jayapura Persilahkan Shalat Idul Adha: 25 Persen Dari Kapasitas Masjid

Ibadah shalat Idul Adha berjamaah dapat dilakukan di setiap masjid Kota Jayapura. Hanya, kuota pesertanya dibatasi 25 persen dari kapasitas masjid.

Penulis: Nandi Tio G Effendy | Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Istimewa
IDUL ADHA- Masjid Al Askar di Bucend II Distrik Jayapura Selatan memilih meniadakan shalat Idul Adha demi mencegah penyebaran Covid-19. 

Wartawan Tribun-Papua.com, Tyo Effendy

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Aktivitas ibadah shalat Idul Adha berjamaah tetap dapat terlaksana pada setiap masjid di Kota Jayapura.

Hanya, kuota pesertanya dibatasi 25 persen dari kapasitas gedung masjid.

Pembatasan ini, sesuai Surat Edaran Wali Kota Jayapura Nomor 8, tertanggal 14 Juli 2021 lalu.

"Penyelenggaraan Ibadah Shalat Idul Adha 1442 Hijriah dapat terlaksana di masjid maupun mushola, yakni dengan membatasi jumlah umat hanya 25 persen dari kapasitas ruangan,” instruksi Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano dalam suratnya yang dikutip Tribun-Papua.com, Senin (19/7/2021).

Baca juga: Sholat Idul Adha Dilakukan di Masjid, Tidak di Tempat Terbuka

Namun menjelang pelaksanaan shalat besok, Selasa (20/7/2021), beberapa masjid menegaskan tidak akan menjalankan ibadah shalat idul adha berjamaah, demi mencegah penularan Covid-19.

Satu di antaranya, Masjid Al Askar Bucend II yang berada di Distrik Jayapura Selatan.

Pengelola masjid yang jumlah jemaatnya cukup banyak ini menutuskan untuk meniadakan shalat Idul Adha di lokasinya, guna menjaga umat tidak terpapar virus Corona.

Majelis Ulama Indonesia serta Satgas Covid 19 Kota Jayapura juga memiliki andil penting menjaga situasi di tengah berlangsungnya ibadah shalat Idul Adha di wilayahnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Papua Amsal Yowei mengatakan jika beberapa daerah di Papua masuk kategori zona merah Covid-19; Kota Jayapura dan Kabupaten Boven Digoel.

"Atas dasar itu berdasarkan rujukan tersebut, Menteri Agama tidak menyarankan Ibadah dilaksanakan pada dua wilayah tersebut, namun pemerintah daerah tetap sebagai pemegang keputusan," ujar Amsal.

"Sementara Pemerintah Kota Jayapura tetap mengijinkan jalannya shalat Idul Adha, dengan catatan bahwa tidak lebih dari 25 Persen jumlah orang yang datang dari kapasitas aasjid," jelasnya.

Amsal Yowei juga mengatakan, pihaknya akan fokus melakukan pengecekan dan evaluasi dari tiap masjid yang melakukan shalat Idul Adha, demi menjaga protokol kesehatan Covid-19.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat, jumlah penduduk umat Islam di Kota Jayapura pada 2020 sebanyak 182.619 jemaat. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved