Idul Adha

Awas, Petugas Temukan Kasus Cacing Hati di Hewan Kurban

Tim gabungan yang diturunkan pada masing-masing Masjid, di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, menemukan cacing hati disejumlah hewan kurban.

Penulis: Safwan Ashari Raharu | Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun
Suasana saat pengawasan cacing hati di masjid Darul Ulum, Kelurahan Amban, Kabupaten Manokwari. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Tim gabungan yang diturunkan pada masing-masing Masjid, di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, menemukan cacing hati disejumlah hewan kurban.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manokwari, Kukuh Saptoyudo.

Saptoyudo mengatakan, pihaknya mendapatkan tambahan laporan dari tim di lapangan, terdapat penambahan kasus cacing hati di sejumlah Masjid di Manokwari.

Baca juga: Kapolda Papua Serahkan Sapi Kurban Kepada Jemaah Masjid Al MuMinun

"Pelaksanaan kurban kali ini ada temuan kasus cacing hati, dibeberapa masjid di Manokwari," kata Saptoyudo kepada TribunPapuaBarat.com di Manokwari, Selasa (20/7/2021).

Hingga kini, kata dia, pihaknya sedang menunggu laporan dari petugas di masing-masing masjid di Manokwari.

Baca juga: 3 Zodiak yang Beruntung pada 19-25 Juli 2021: Scorpio Ada Rezeki Nomplok, hingga Impian Cancer Dekat

"Tadi sudah saya pastikan di lapangan, memang ada penambahan kasus cacing hati di hewan kurban tahun ini," ujarnya.

Asal Hewan Kurban

Setelah ditelusuri, lanjut Saptoyudo, pihaknya mendapat laporan sebagian besarnya dari wilayah dataran SP (Daerah Trans).

Baca juga: Perketat Prokes Covid-19, Masjid Agung Ash-Shalihin Sediakan Masker

"Saya tanya rupanya banyak yang jawab, sebagian besar dari wilayah SP, hewan kurban dari SP banyak, karena dilepas begitu saja di kebun kelapa sawit," ujarnya.

Sementara, kata Saptoyudo, untuk ternak yang dari kandang, bersih dari kasus cacing hati.

Baca juga: Fakta Viral Video Bersihkan Hidung Pakai Bawang Putih, Ini Penjelasan dari Pakar

"Kalau soal data yang akan lihat lagi datanya, sebab tidak bisa bicara begitu saja," katanya.

Bahaya Cacing Hati

Tak hanya itu, ia menambahkan cacing hati sangat berbahaya."Kalau masuk di tubuh manusia, maka fungsi hati kita akan terganggu," ujarnya.

Baca juga: KNPI Provinsi Papua Sumbang Satu Sapi Untuk OKP dan OKPI

Sebab, hati manusia akan menjadi tempat parasit (cacing) didalam.

Saptoyudo berharap, masing-masing panitia harus bisa jeli melihat cacing, sebab warnanya hampir mirip dengan hati, namun bahaya untuk kesehatan.(*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved