Breaking News:

Idul Adha

Prokes Ketat, Shalat Idul Adha di Masjid An Nur Berlangsung Hikmat

Ibadah dimulai dengan takbir, lalu mendirikan shalat berjamaah dua rakaat tepat pukul 06.45 WIT dengan Ustadz Mukhis Daud sebagai imamnya.

Penulis: Nandi Tio G Effendy | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Tio Effendi
Idul Adha di Masjid An - Nur berlangsung Hikmat, Selasa (20/7/2021) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tyo Effendy

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pelaksanaan shalat Idul Adha 1442 Hijriah berlangsung hikmat ditiap masjid Kota Jayapura, satu diantaranya yakni di Masjid An Nur telah selesai menunaikan shalat berjamaah serta khutbah dengan protokol kesehatan covid-19 yang ketat.

Dalam pantauan Tribun-Papua.com, setiap prosesi di masjid yang beralamat Jalan Mapia, Trikora, Jayapura Utara, pada Selasa (20/7/2021) berlangsung aman.

Protokol kesehatan berjalan dengan ketat, demi menghambat laju pergerakan covid-19.

Baca juga: Salat Idul Adha, Ketua DMI Papua Barat Minta Umat Patuhi Instruksi Kepala Daerah

Panitia mewajibkan jemaat untuk menggunakan masker dan menjaga jarak selama didalam Masjid An Nur.

Ibadah dimulai dengan takbir, lalu mendirikan shalat berjamaah dua rakaat tepat pukul 06.45 WIT dengan Ustadz Mukhis Daud sebagai imamnya.

Usai shalat, khutbah singkat yang berkisar sepuluh menit dari Ustadz M Ali Mahmudi tentang makna dari hari raya Idul Adha Qurban yakni soal pengorbanan dan aplikasinya dimasa pandemi covid-19 harus berjalan beriringan.

Salah satu jemaat, Aris Sunantyo mengaku bahagia dapat bertemu serta menunaikan shalat Ibadah Idul Adha di dalam masjid semasa pandemi covid-19.

"Namun ada yang beda mas, tidak boleh bawa anak kecil, sehingga mereka terpaksa saya titipkan ke ibunya," kata pria yang berdomisili di Jalan Gunung Agung, Dok V.

Sekadar diketahui, Pemerintah Kota Jayapura tetap mengijinkan berlangsungnya ibadah shalat Idul Adha 1442 Hijriah dalam masjid dimasa pandemi covid-19 namun dengan beberapa syarat yang harus dilakukan.

Yakni, masjid hanya boleh terisi 25 persen dari kapasitasnya, serta yang boleh shalat hanya untuk yang telah 17 tahun serta dibawah 60 tahun, ibadah shalat serta khutbah pun harus dilaksanakan sesingkat-singkatnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved