Breaking News:

Lawan Covid19

4 Instruksi Kabareskrim ke Seluruh Penyidik di Indonesia soal Covid-19, Termasuk Papua

Pejabat atau aparatur negara yang menyalahgunakan wewenang dan anggaran Covid-19 juga akan diproses hukum.

Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Istimewa
Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto. 

JAKARTA - Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menyampaikan empat instruksi ditujukan kepada seluruh jajarannya di Indonesia.

Polisi penyidik memungkinkan menindak tegas dan menerapkan Restorative Justice kepada warga negara yang dinilai menganggu penanganan Covid-19 dan vaksinasi.

Pejabat atau aparatur negara yang menyalahgunakan wewenang dan anggaran Covid-19 juga akan diproses hukum.

Instruksi ini berlaku mulai level Polda, Polres, dan Polsek.

Polisi diizinkan menangkap, memeriksa, dan memproses hukum tiap orang atau netizen yang menyebar berita bohong dan meresahkan soal Covid-19 dan vaksin.

Baca juga: Masker N95 dan APD Nakes di RSUD Jayapura Papua Menipis

Baca juga: Kasus Covid-19 di Papua Melonjak, Lukas Enembe Segera Tutup Bandara dan Pelabuhan

Empat Instruksi bagi Penyidik

Pertama, menindak tegas pelaku penyebaran informasi palsu atau hoaks yang mengganggu upaya Pemerintah dalam penanganan Covid-19.

"Jika pelanggaran person to person terapkan RJ (Restorative Justice) dan SE Kapolri, tetapi jika yang berkaitan mengganggu upaya Pemerintah dalam penanganan Covid, ini tindak tegas. Jangan sampai masyarakat ini bingung dengan banyaknya berita bohong yang berkembang di masyarakat," kata Komjen Agus Andrianto kepada jajaran Polri dalam rapat virtual di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (20/7).

Kedua, menginstruksikan seluruh jajarannya untuk mengawal dan pengamanan penyerapan belanja modal di provinsi, kabupaten, dan kota.

Jajaran Reskrim diminta betul-betul bijaksana dalam menangani perkara terkait dengan hal tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved