Breaking News:

Papua Terkini

Bantuan Rumah Dinilai Tak Merata, Korban Banjir Bandang Sentani Siap Gugat Pemkab Jayapura

Bantuan rumah kepada para korban banjir bandang Sentani belum maksimal. Pemerintah hanya memberikan bantuan kepada sekelompok warga saja.

Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
RUMAH - Bantuan 300 unit rumah Pemkab Jayapura dan Yayasan Budha Tzu chi di Kampung Kemiri, Sentani. Pemerintah setempat dinilai abaikan hak korban banjir bandang lainnya. 

Laporan wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara 

TRIBUN-PAPUA.COM,SENTANI - Penanganan korban banjir bandang Sentani oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura dinilai tak merata. Hal ini kembali menjadi sorotan publik.

Diketahui, banjir bandang Sentani yang terjadi pada 16 Maret 2019, meluluhlantakkan ratusan rumah warga di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua

Kini, warga yang menjadi korban banjir bandang di Kampung Milinik, Sosial, Taruna, dan Toladan mempertanyakan mengapa hanya warga Kemiri yang mendapatkan bantuan berupa 300 unit rumah baru.

Selain dari pemerintah, bantuan pembangunan rumah itu juga datang dari Yayasan Budha Tzu Chi.

Baca juga: Kepala Suku Kampung Abar Sentani, Minta Pemkab Jayapura Buka Akses Jalan Lingkar Selatan

Baca juga: RSUD Jayapura Berjuang Lawan Covid-19, Saat Masker N95 Menipis dan APD Nakes Terbatas

Seorang korban banjir, Jerby Weya (26), mengatakan bantuan 300 unit rumah tinggal yang telah dibangun tersebut sudah dihuni beberapa keluarga, namun sebagian unit masih kosong.

Seharusnya, kata Jerby, bantuan rumah bagi korban banjir bandang diberikan secara merata, dan tidak hanya warga Kampung Kemiri saja. 

“Saya sangat sayangkan pembagian itu. Kami akan lakukan gugatan Class Action atau gugatan kelompok terhadap pemerintah atas pembagian bantuan rumah tinggal yang tidak merata,” kata Jerby kepada Tribun-Papua.com di Sentani, Rabu (21/7/2021).

Menurutnya, sebagian besar korban banjir bandang Sentani hanya menerima bantuan pada tahap awal penanganannya, itu pun hanya untuk setahun.

Sementara, terdapat 70 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Milinik, Sosial, Taruna, dan Toladan yang telah terdata rumahnya rusak berat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved