Breaking News:

Korindo Group: Tuduhan Mighty Earth dan Federasi Korea Tak Benar

Mighty Earth dan Federasi Korea untuk Gerakan Lingkungan tak memiliki keterkaitan langsung atas keputusan Forest Stewardship Council (FSC).

Editor: Roy Ratumakin
Kompas.com
Ilustrasi hutan di Papua. 

TRIBUN.PAPUA.COM: Korindo Group membantah tudingan Advokat Mighty Earth, Annisa Rahmawati soal dikeluarkannya Korindo dari dewan Forest Stewardship Council (FSC).

Yulian Mohammad Riza selaku Humas Korindo Group kepada Tribun-Papua.com melalui rilisnya, Rabu (21/7/2021), mengatakan Mighty Earth dan Federasi Korea untuk Gerakan Lingkungan tak memiliki keterkaitan langsung atas keputusan Forest Stewardship Council (FSC).

“Pernyataan FSC tidak berhubungan dengan tuduhan kerusakan lingkungan terhadap Korindo Group, melainkan karena adanya perbedaan prosedur untuk melakukan verifikasi independen,” kata Yulian.

Baca juga: Soal Tudingan Sengaja Membakar Hutan Papua untuk Lahan Sawit, Ini Kata Korindo Group

Menurutnya, poin penting yang perlu dipahami adalah tidak ada masalah yang serius dalam pengambilan keputusan FSC.

“Hanya terjadi perbedaan prosedur dalam proses pemilihan verifikator independen dan netral yang kemudian menyebabkan penundaan dalam proses asosiasi,” ujarnya.

Dikatakan, sudut pandang ini telah disepakati bersama antara FSC dengan Korindo Group dan sudah dituangkan dalam pernyataan resmi masing-masing instansi yang dirilis pada 15 Juli 2021.

Surat Hak Jawab KorindoGroup ini mengkoreksi isi pemberitaan yang diterbitkan Tribun-Papua.com pada 16 Juli 2021 dengan judul “Korindo, Perusahaan Kelapa Sawit dan Kayu Dikeluarkan dari Forest Stewardship Council.”

Dalam rilis FSC menyatakan, Korindo Group melakukan pelanggaran terhadap hak tradisional dan hak asasi masyarakat adat, yang  bertentangan dengan standar FSC.

“Tapi, FSC dan Korindo tidak dapat mencapai kesepakatan mengenai prosedur untuk melakukan verifikasi independen terhadap perkembangan (Perbaikan aspek sosial dan lingkungan yang disepakati kedua belah pihak pada 2019), dan ini menghambat FSC untuk verifikasi dan melaporkan perkembangan Korindo),” pungkasnya.

Baca juga: Korindo, Perusahaan Kelapa Sawit dan Kayu Dikeluarkan dari Forest Stewardship Council

Yulian pun secara tegas menyatakan bahwa pernyataan mengenai SLAPP yang dilakukan Korindo Group tidak benar.

“Untuk poin ini, kami menekankan bahwa gugatan hukum yang diajukan terhadap LSM lingkungan di Jerman merupakan upaya membela diri Korindo Group atas tuduhan palsu,” tegasnya.

Selain itu, kata Yulian, tudingan tentang praktik kehutanan ditujukan kepada Korindo Group telah merusak nama baik grup di mata publik, konsumen maupun calon konsumen,” pungkasnya. 

LSM lingkungan terkait menuduh Korindo Group melakukan pembakaran hutan di area konsesi secara sengaja dan illegal, kata Yulian, tuduhan tersebut telah ditolak melalui investigasi oleh FSC dalam persidangan di pengadilan Jerman.

“Sejauh ini tidak ada bukti pembakaran yang dilakukan secara sengaja oleh Korindo Group,” katanya.

Kata Yulian, pihak Mighty Earth kerap menuding Korindo Group terkait pembakaran lahan secara sengaja dan ilegal.

“Investigasi yang dilakukan FSC secara tegas telah menampik tuduhan kesengajaan membakar lahan yang kerap ditujukan Mighty Earth kepada Korindo Group. Kami bahkan telah melakukan pembelaan diri terhadap tuduhan palsu tersebut melalui proses pengadilan di Jerman,” ujarnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved