Breaking News:

Covid 19 Papua

Rencana Pembatasan Moda Transportasi Selama Satu Bulan, Ini Tanggapan Warga

Warga berharap rencana Gubernur Papua Lukas Enembe total melakukan pembatasan moda transportasi kapal laut dan udara selama satu bulan

Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Musa Abubar
Istimewa
Gubernur Papua Lukas Enembe. 

Laporan wartawan Tribun-Papua.com,Hendrik R Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA- Warga berharap rencana Gubernur Papua Lukas Enembe melakukan pembatasan moda transportasi kapal laut dan udara selama satu bulan itu dilakukan secara totalitas.

Yovani Heipon (26) salah satu warga Abepura, Kota Jayapura mengatakan, kebijakan itu diharapkan diberlakukan secara totalitas.

Baca juga: Tokoh Muslim Papua Minta Pengawasan Dana Otsus Diperketat

Menurut dia, tak ada aktivitas penerbangan dan pelayaran kapal laut, jika mendadak maka disertai kelengkapan berupa surat PCR dan alasan kedukaan atau kegiatan dinas.

"Angka Covid-19 semakin meningkat di Papua oleh karena itu dengan dibatasinya aktivitas transportasi semoga mengurangi angka penyebaran corona," kata Yovani kepada Tribun-Papua.com di Jayapura, Rabu (21/7/2021).

Baca juga: Kajari Sorong: Berkurban di Hari Raya Idul Adha Bentuk Ketaatan Kepada Allah SWT

Lanjut dia, orang yang datang dari luar Papua sebelum pembatasan aktivitas pada Agustus nantinya harus, di screaning dan karantina mandiri.

"Orang-orang yang pada saat tiba dari luar Papua harus karantina mandiri dulu, jangan kepala batu untuk langsung bertemu dengan orang-orang karena berpotensi menularkan virus corona," ujarnya.

Baca juga: Masker N95 dan APD Nakes di RSUD Jayapura Papua Menipis

Sekalipun PCR test negatif, kata dia, tetapi bisa saja tertular saat dijemput atau diantar ke bandara dan pelabuhan.

Ia juga berharap, pada saat pelaksanaan PON XX Papua, sebaiknya atlet yang diterima,jangan ada orang dari luar Papua yang datang lagi.

"Jika ada tamu atau orang dari luar Papua yang ingin menyaksikan PON secara langsung, seharusnya di batasi karena pasti berpotensi menularkan Covid-19," kata warga yang tinggal di Kampung Tiba-Tiba, Abepura ini.

Baca juga: Perbedaan Bayam Merah dengan Bayam Batik

"PCR test berlaku satu hari terus kalau negatif dan mereka ketemu orang yang positif kan gejalanya muncul setelah sampai di Papua," tambah dia.

Sebelumnya dikabarkan, Gubernur Lukas Enembe berencana menutup akses keluar masuk atau pembatasan dalam upaya menekan penyebaran COVID-19.

Baca juga: Ruas Jalan Raya Abepura Kota Jayapura Dipadati Kendaraan Usai Idul Adha

Juru Bicara Gubernur Papua Muhammad Rifai Darus di Jayapura, Selasa (20/7/2021), mengatakan direncanakan Pemerintah Provinsi Papua akan menutup akses keluar dan masuk, baik jalur penerbangan maupun perairan.

Penutupan tersebut diperkirakan akan berlangsung pada 1-31 Agustus 2021.Menurut Rifai Darus kebijakan ini akan dibahas dan dimatangkan lebih lanjut pada rapat evaluasi oleh Tim Satgas COVID-19 Provinsi Papua pada hari ini Rabu (21/7/2021).(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved