Breaking News:

Otsus Papua

UU Otsus Papua VS Cara Pandang Terhadap Papua

Andi Mallarangeng, salah satu perumus UU otonomi daerah menilai sudah waktunya melakukan perubahan UU Otsus karena pengaturan dana otsus berakhir

Editor: Musa Abubar
TRIBUN/DANY PERMANA
Politikus Partai Demokrat Andi Mallarangeng 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA-Andi Mallarangeng, salah satu perumus undang-undang (UU) otonomi daerah menilai sudah waktunya melakukan perubahan UU Otsus karena pengaturan dana otsus sudah berakhir

Andi Mallarangeng menulis dalam akun facebooknya UU Otsus Papua yang baru telah disahkan oleh DPR ini merupakan perubahan kedua terhadap UU No 21 tahun 2001.

"Memang sudah waktunya dilakukan perubahan karena pengaturan dana Otsus untuk Papua sudah berakhir tahun 2021 ini, sementara berbagai isu Otsus Papua perlu di-address," tulis Andi diakun facebook pribadinya.

Baca juga: 4 Zodiak yang Dikenal Mandiri: Capricorn Tahu yang Diinginkan, hingga Aries Berani Ambil Resiko

Sebenarnya, RUU Otsus Papua yang baru sudah dipersiapkan di akhir masa jabatan Presiden SBY, yang seringkali disebut sebagai konsep Otsus Plus.

Maksudnya, untuk menyetarakan Otsus di Papua dengan otsus di Aceh, walau tetap dengan kekhasan masing-masing.

Baca juga: Belajar dari Rumah, Guru Paud Terang Bethesda Harapkan Kerjasama Orangtua

Syukurlah, akhirnya penyempurnaan perundang-undangan Otsus Papua akhirnya terjadi juga sekarang. Dan ini penting.

Namun, kata Andi, penyempurnaan perundang-undangan Otsus Papua adalah satu hal. Itu adalah pengaturan di atas kertas tentang kewenangan, pembagian keuangan, dan kelembagaan dalam pemerintahan daerah di Papua.

Yang tidak kalah pentingnya, bagi saya, adalah bagaimana cara pandang pemerintah pusat terhadap Papua dalam konteks keindonesiaan.

Ini tidak tersurat, tapi tersirat dalam mentalitas pengambil kebijakan di Pusat. Dan ini tidak kalah menentukan dalam konteks pembangunan daerah dan manusia seutuhnya di Papua.

Kalau pejabat-pejabat pemerintah pusat, bahkan setingkat menteri, masih menganggap Papua adalah tempat pembuangan, daerah belakang, tempat penghukuman, jangan harap Papua akan maju.

Baca juga: Kisah Penghulu Nikahkan Pengantin Pria yang Positif Covid-19, Duduk di Luar Teras Rumah

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved