Breaking News:

Covid19 di Papua

Warga Harapkan Gubernur Papua Tutup Total Akses Bandara dan Laut Satu Bulan

Warga meminta pembatasan moda transportasi laut dan udara selama satu bulan itu dilakukan secara total.

Editor: Paul Manahara Tambunan
(KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI)
Petugas Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, menutup pagar sebagai tanda bahwa aktifitas di lokasi tersebut dihentikan untuk mencegah penyebaran virus corona, Papua, Kamis (26/3/2020) 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Rencana penutupan akses bandara dan pelabuhan laut keluar dan masuk ke Papua, oleh Gubernur Lukas Enembe, direspon sejumlah  masyarakat. 

Warga meminta pembatasan moda transportasi laut dan udara selama satu bulan itu dilakukan secara total.

Selain itu, setiap orang yang datang dari luar Papua sebelum pembatasan aktivitas pada Agustus nantinya, harus discreaning dan karantina mandiri.

Seorang warga Abepura, Yovani Heipon (26), mengatakan, kebijakan itu diharapkan diberlakukan secara menyeluruh.

Menurut dia, setiap orang yang masuk ke wilayah Papua harus disertai kelengkapan berupa surat PCR dan alasan sangat urgen.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Papua Melonjak, Lukas Enembe Segera Tutup Bandara dan Pelabuhan

Baca juga: Corona Varian Delta Sudah ada di Kabupaten Merauke Papua

"Angka Covid-19 semakin meningkat di Papua. Dengan dibatasinya aktivitas transportasi semoga mengurangi angka penyebaran Covid-19," kata Yovani kepada Tribun-Papua.com di Jayapura, Rabu (21/7/2021).

Sekalipun PCR test negatif, lanjut Yovani, tetapi bisa saja tertular saat dijemput atau diantar ke bandara dan pelabuhan.

Yovani berharap pada saat PON XX Papua berlangsung, sebaiknya atlet dari luar Papua tidak merinteraksi dengan warga yang berdiam di empat klaster penyelenggara.

"Para tamu PON XX seharusnya dibatasi karena pasti berpotensi menularkan Covid-19," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe berencana menutup akses keluar masuk atau pembatasan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

Lewat Juru Bicaranya, Selasa (20/7/2021), Gubernur menyebut Pemerintah Provinsi Papua akan menutup akses keluar dan masuk Papua, baik jalur penerbangan maupun perairan.

Penutupan tersebut diperkirakan akan berlangsung pada 1-31 Agustus 2021.

Juru Bicara Gubernur, Muhamad Rifai Darus menyampaikan, kebijakan ini akan dibahas dan dimatangkan lebih lanjut pada rapat evaluasi oleh Tim Satgas Covid-19 Provinsi Papua pada Rabu (21/7/2021). (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved