Breaking News:

Hukum

6 Saksi Diperiksa Atas Dugaan Korupsi Rp 5 Miliar pada Komisi Penanggulangan Aids Papua

Kasus ini berlangsung pada tahun anggaran 2019. KPA Papua melakukan pengadaan obat tanpa izin edar, dan tanpa disertai proses lelang.

Tribun-Papua.com/Tribunnews.com
Ilustrasi Koruptor. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua telah memeriksa enam orang saksi atas dugaan kasus korupsi Rp 5 miliar pada Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Papua.

Status kasus ini pun telah dinaikkan ke penyidikan. Hanya, Kejati Papua masih mengumpulkan bukti pendukung untuk menetapkan status tersangka.

"Enam saksi tersebut terdiri dari KPA Papua, Balai POM, hingga Inspektorat," ujar Kepala Kejasaan Tinggi Papua Nikolaus Kondomo kepada wartawan secara daring, Kamis (22/7/2021).

Kasus ini berlangsung pada tahun anggaran 2019.

Baca juga: Jaksa Sidik Kasus Dugaan Korupsi Rp 5 M pada KPA Papua atas Pembelian Obat Ilegal

Kondomo mengatakan, pada masa itu KPA Papua melakukan pengadaan obat tanpa izin edar, dan tanpa disertai proses lelang.

"Setelah diselidiki, dugaan kasus korupsi di KPA Papua dengan pengadaan obat, tidak ada izin edarnya. Pembeliannya tanpa prosedur lelang. Dan itu membahayakan kesehatan orang," ujar Kondomo.

Adapun nilai kerugian negara atas kasus ini diperkirakan mencapai Rp 5 miliar.

Sementara itu, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Papua, Alexander Sinuraya, mengatakan anggaran yang diduga dikorupsi KPA bersumber dari dana hibah Pemerintah Provinsi Papua.

"Total dana hibahnya Rp 20 miliar, (sementara) dugaan kerugian negara Rp 5 miliar," kata Sinuraya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved