Breaking News:

Papua Terkini

Jaksa Sidik Kasus Dugaan Korupsi Rp 5 M pada KPA Papua atas Pembelian Obat Ilegal

Kejaksaan Tinggi Papua menaikkan status penyidikan terhadap dugaan kasus korupsi pada Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Papua

Penulis: Paul Manahara Tambunan | Editor: Musa Abubar
Humas Kejaksaan Tinggi Papua for Tribun-Papua.com
DUGAAN KORUPSI - Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Nikolaus Kondomo (tengah) merilis dugaan kasus korupsi pada Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Papua, Kamis (22/7/2021). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Paul Manahara Tambunan

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Kejaksaan Tinggi Papua menaikkan status penyidikan terhadap dugaan kasus korupsi pada Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Provinsi Papua.

Adapun modus yang dilakukan adalah pengadaan obat tanpa izin edar oleh lembaga tersebut.

Kepala Kejati Papua Nicolaus Kondomo menyebut nilai kerugian negara atas kasus ini diperkirakan mencapai Rp 5 miliar.

Baca juga: Satgas Nemangkawi Tangkap Anggota KKB yang Pernah Serang Tito Karnavian, Pelaku Masuk DPO sejak 2016

"Setelah diselidiki, dugaan kasus korupsi di KPA Papua dengan pengadaan obat yang tidak ada izin edarnya. Pembeliannya tanpa prosedur lelang. Dan itu membahayakan kesehatan orang," ujar Kondomo dalam keterangan pers secara daring usai perayaan HUT Adhyaksa ke-61 di kantornya, Kamis (22/7/2021).

Baca juga: PKPI Papua Usung 3 Nama Cawagub ke Koalisi Lukmen Jilid II

Kondomo menuturkan, kasus tersebut terjadi pada tahun anggaran 2019.

Penyidik Kejati Papua pun telah memeriksa beberapa saksi dari sejumlah pihak terkait. Mulai KPA Papua, Balai POM, hingga ASN di Inspektorat.

"Enam orang sudah diperiksa dari Balai POM, inspektorat, dan KPA," jelasnya.

Baca juga: Satgas Covid-19 Kota Sorong Tangkap Penumpang Pesawat yang Bawa Kartu Vaksin dan Surat PCR Palsu

Meski demikian, Kondomo belum dapat memastikan kapan dilakukan penetapan tersangka atas kasus tersebut.

Dalam kesempatannya, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Papua, Alex Sinuraya, mengatakan anggaran yang diduga dikorupsi KPA bersumber dari dana hibah Pemerintah Provinsi Papua.

"Total dana hibahnya Rp 20 miliar, (sementara) dugaan kerugian negara Rp 5 miliar," kata Sinuraya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved