Breaking News:

Covid19 di Papua

Silwanus Sumule: Corona varian Delta Belum Terkonfirmasi di Kota Jayapura

Kata Silwanus, bukan berarti karena varian Delta belum terdeteksi, masyarakat bisa bebas melakukan aktivitas tanpa memperhatikan protokol kesehatan.

(KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI)
Juru Bicara Satgas Covid-19 Papua Silwanus Sumule 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Roy Ratumakin

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Juru bicara Satgas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Papua, dr Silwanus Sumule, mengatakan hingga kini pihaknya belum menemukan Covid-19 varian Delta di Kota Jayapura.

"Saat ini teman-teman di Labkesda Papua sedang berupaya untuk mendeteksi apakah varian ini sudah ada di Kota Jayapura atau tidak," kata Silwanus lewat gawainya kepada Tribun-Papua.com, Senin (26/7/2021).

Namun, kata Silwanus, bukan berarti karena varian tersebut belum terdeteksi, masyarakat bisa dengan bebas melakukan aktivitas tanpa memperhatikan protokol kesehatan (prokes).

Baca juga: Update Kematian Akibat Covid-19 di Papua, Jumat 23 Juli: Capai 736 Orang

Baca juga: Update Kasus Suspek Covid-19 di Papua, Sabtu 24 Juli : Capai 1.526 Orang

"Prokes harus tetap diterapkan masyarakat. Ini penting untuk menjaga agar kita tidak terpapar dengan virus," ujarnya.

Virus varian Delta menurut Silwanus, sudah di temukan di Kabupaten Merauke beberapa pekan lalu.

"Dari 12 sample dari pasien di RSUD Merauke yang diperiksa, 10 orang dinyatakan positif varian Delta," kata Silwanus.

Dikatakan, dengan masuknya varian Delta, maka upaya protokol kesehatan (Prokes) harus lebih dijaga ketat.

"Varian delta ini tujuh kali lebih ganas dan lebih bisa menginfeksi," ujar Silwanus.

Ia mengimbau para tenaga medis yang berada di Rumah Sakit agar mempersiapkan diri lebih baik.

Silwanus juga meminta kepada aparat keamanan agar menindak tegas siapa saja yang tidak menjalankan Prokes.

Walaupun virus tersebut baru ditemukan di Merauke, namun tidak menutup kemungkinan varian Delta sudah ada di daerah lainnya di Papua.

"Virus ini yang bergerak melalui manusia, kalau masih ada pembukaan, aktivitas masyarakat masih tetap jalan, artinya virus ini tetap bergerak. Jadi tidak menutup kemungkinan virus ini sudah ada di kabupaten lain," ujar Silwanus. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved