Papua Terkini
Kafe Sepi Pelanggan akibat PPKM, Pemerintah Diminta Beri Bantuan
Imbas dari PPKM ini membuat pengujung tidak lagi berkumpul di kafe karena takut terpapar Covid-19. Pemerintah diminta bisa menopang usaha mereka.
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Jayapura, Papua, membuat para pengusaha kafe kehilangan omset penjualan.
Akibatnya, pengusaha merugi. Sebab, pelanggan tak lagi nyaman karena pembatasan aktivitas usaha hingga pukul 20.00 WIT.
Bahkan, imbas dari PPKM ini membuat pengujung tidak lagi berkumpul dikafe miliknya karena takut terpapar Covid-19.
Sementara, bantuan dana stimulan dari pemerintah kepada para pelaku usaha terdampak Covid-19, tidak ada.
Pemilik Shunsine Cafe & Library, Fredik Bartholomeus (36) mengaku, dengan adanya pembatasan ini, usaha kafe hanya diperbolehkan melayani makan dengan batasan 25 persen pengunjung.
Baca juga: Jadi Satpol PP Gadungan dan Untung Ratusan Juta, Pria Ini Juga Pernah Pura-pura Jadi Polisi
Baca juga: Tandon Milik PDAM Jayapura Tidak Ada Air, Pedagang di Pasar Hamadi Mengeluh Tidak Bisa Cuci Tangan
Shunsine Cafe miliknya terletak di Perumnas 1 Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura.
"Dengan pembatasan ini kafe kami kehilangan banyak omset pendapatan,ya pokoknya menurun drastis," kata Fredik kepada Tribun-Papua.com, Selasa (27/7/2021).
Fredik berharap kepada pemerintah agar bisa membantu menopang usahanya dengan memberikan stimulan.
"Ya kita mau bagaimana lagi untuk bayar tagihan listrik, air dan lain sebagainya itu semua pakai uang.Situasi begini kita mau bagaimana lagi tidak mungkin kami tutup kan," ujarnya.
Fredik mengaku tak lagi terpikir untuk pekerjaan lain. Ia berusaha untuk mengelola usaha miliknya untuk tetap eksis (*).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/27072021-shunsine-cafe-1.jpg)