LAWAN COVID 19
Stok Oksigen di Papua Barat Mulai Alami Krisis
Stok tabung oksigen di sejumlah daerah di Papua Barat, mulai sulit untuk didapatkan.
Penulis: Safwan Ashari Raharusun | Editor: Ri
Laporan Wartawan Tribun-PapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Papua Barat, dr Arnold Tiniap, mengatakan stok tabung oksigen di sejumlah daerah di Papua Barat, mulai sulit untuk didapatkan.
"Kita mau minta dari Kabupaten lain, sementara mereka juga membutuhkan," ujar Tiniap, saat dihubungi TribunPapuaBarat.com, Senin (26/7/2021).
Baca juga: Isoma di Hotel, Seorang Wanita Nyaris Jadi Korban Rudapaksa di Merauke
Saat ini, yang dari Kabupaten Kaimana, mau membeli 100 tabung oksigen dari Sorong, namun Wali Kota membatasi.
"Jadi masing-masing daerah di Papua Barat, saat ini memang hanya memanfaatkan sumberdaya yang ada untuk memenuhi kebutuhannya," tuturnya.
Pihaknya akan berupaya untuk memasang alat pengisian tabung oksigen, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Papua Barat.
Namun, waktunya disepakati pada Oktober, sehingga pihaknya harus merubah dan mempercepat pemasangannya.
Baca juga: Pendaftaran Ditutup Satu Jam Lagi, Ini Daftar 10 Instansi CPNS 2021 Paling Banyak dan Sepi Peminat
"Kita di Papua Barat, saat ini mulai alami krisis tabung oksigen," ucapnya.
Lebih lanjut, jelas Tiniap, saat ini Kabupaten Teluk Bintuni dan Teluk Wondama, mereka punya mesin produksi oksigen, tetapi kapasitasnya terbatas.
Sehingga, kata Jubir, kedua daerah ini harus mendatangkan dari Manokwari.
"Sementara dari dua tempat produksi, harus melayani semua rumah sakit di Manokwari, jadi kapasitasnya semakin berkurang," ujarnya.
Baca juga: Jimmy Demianus Ijie Sosok Panutan Bagi Generasi Papua
"Kalau sudah krisis tabung oksigen, maka bisa berakibat pada kematian," tegasnya.
"Ada pasien yang harus dibantu oleh oksigen, ketika dia mengalami sesak. Namun jika tidak tercukupi bisa saja berujung pada kematian," tutur Tiniap.
Kapasitas Terbatas
Tak hanya itu, Tiniap mengingatkan, agar segera mempersiapkan semuanya.
"Jangan sampai angka positif meningkat dan kebutuhan oksigen semakin banyak, dan kapasitas rumah sakit seperti ini, sementara kita di Papua Barat, semuanya serba terbatas," imbuhnya.
"Sudah sering saya katakan dari awalnya, kalau masyarakat tidak berubah. Maka. Pastikan kita akan ada pada titik kriti," tegas Tiniap.
Baca juga: Update Kasus Covid 19 Provinsi Papua Per 25 Juli 2021, Kota Jayapura Tertinggi, Waropen Terendah
Sebab, ungkap Tiniap, semakin banyak orang akan mencari oksigen, dan angka kematian pun meningkat.
"Realita yang terjadi beberapa hari ini, ketika oksigen tidak ada keluarga lari cari, rumah sakit mulai full dan lainnya," tuturnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/warga-mengantre-untuk-mengisi-tabung-oksigen.jpg)