Covid 19 Papua
Papua Barat Kritis: Nakes Terpapar, Tabung Oksigen Kosong, RSUD Lumpuh
"Saat ini Unit gawat darurat (UGD) di RSUD Manokwari, telah menjadi UGD Covid-19," kata Direktur RSUD Manokwari, dr Alwan Rimossan.
TRIBUN-PAPUA.COM: Provinsi Papua Barat saat ini bisa dibilang kritis soal penanganan Covid-19.
Mulai dari sejumlah tenaga kesehatan (nakes) terpapar Covid-19 hingga krisis tabung oksigen bagi penderita virus tersebut.
Terkait banyaknya nakes terpapar, Direktur RSUD Manokwari, dr Alwan Rimossan pun membenarkannya.
"Saat ini Unit gawat darurat (UGD) di RSUD Manokwari, telah menjadi UGD Covid-19," kata Rimossan kepada TribunPapuaBarat.com, Rabu (28/7/2021).
Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, RSUD Manokwari Krisis Tabung Oksigen
Menurut Rimossan, pihaknya membuka tenda darurat diluar untuk melayani pasien umum.
"Hanya saja, sumber daya manusia (SDM), di RSUD Manokwari, sekitar 40 orang terpapar Covid-19,"ujarnya.
"Jadi kita lumpuh. Di bagian dapur juga ada 6 orang positif," timpalnya.
Banyaknya Nakes yang terpapar tersebut pastinya akan membutuhkan pasokan tabung oksigen.
kenyataannya, saat ini, lagi krisis tabung oksigen.
"Untuk pasien Covid-19, satu hari kita butuh 50 tabung oksigen. Tetapi yang diproduksi hanya 10 hingga 15 tabung oksigen," ujar Rimossan.
Baca juga: Update Virus Corona di Papua dan Papua Barat Hari Ini, Rabu 28 Juli 2021: Total Kasus Capai 44.410
Rimossan merinci, saat ini pihaknya sedang merawat 34 orang pasien.
"Dari 34 orang itu, semuanya pakai oksigen, sehingga satu hari harus butuh 50 tabung oksigen,"ujarnya.
"Biasanya ada tabung yang 25 liter per menit, berarti satu orang hanya pakai 2 jam langsung habis," katanya.
Berarti, jika melayani satu pasien selama 24 jam, maka harus butuh 12 tabung oksigen.
"Semuanya bervariasi, mulai dari 6 liter per menit, hingga 25 liter per menit," tukasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/tabung.jpg)