Covid 19 Papua
Tolak Penutupan Akses, Manager Hom Premiere Minta Gubernur Lukas Berikan Solusi Konkret
Menyikapi keputusan Gubernur Papua Lukas Enembe yang akan menutup akses masuk dari dan ke Papua, otoritas perhotelan Horizon grup di Jayapura menolak
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Maickel Karundeng
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara
TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Menyikapi keputusan Gubernur Papua Lukas Enembe yang akan menutup akses masuk dari dan ke Papua, otoritas perhotelan Horizon grup di Jayapura menolak keputusan tersebut.
Cluster General Manager Hom Premiere Abepura, Roy Gabriel mengatakan pihaknya meminta kepada Gubernur Lukas Enembe agar tak menutup akses ke Papua.
"Kami meminta agar tidak menutup Papua, sebab jika terjadi akan sangat berimbas pada industri bisnis perhotelan," kata Roy kepada Tribun-Papua.com di Jayapura, Rabu (28/7/2021).
Baca juga: Update Selasa 27 Juli, 26.176 Pasien Covid-19 di Papua dan Papua Barat Sembuh
Roy meminta apabila keputusan untuk mengunci akses masuk ke Papua ialah pilihan yang terbaik, maka ia meminta dengan tegas agar Gubernur Lukas Enembe memberikan solusi konkrit dan komprehensif, bagi pelaku usaha perhotelan.
"Dalam mengambil setiap kebijakan, harus punya solusi bagi pihak-pihak yang terdampak, termasuk kami usaha jasa perhotelan di Jayapura,"ujarnya.
Dia menjelaskan kondisi 74 orang staf dan pegawainya, yang harus menggantungkan nasibnya pada pekerjaan di sektor jasa perhotelan yang diembannya.
Baca juga: Fakta di Balik Viral Video Wanita Ber-APD Bagikan Surat Bebas Covid-19 di Bus dan Minta Rp 90 Ribu
"Dari sejumlah pegawai saya di Hom Premiere Abepura ini, banyak yang sudah berkeluarga, saya selalu pikirkan keluarga mereka," katanya.
Menurut dia, dalam menekan laju penyebaran Covid-19 di Papua, yakni lebih baik dengan melakukan pembatasan aktivitas sesuai dengan kebijakan PPKM level 4, dibandingkan harus memilih jalan menutup semua akses ke Papua.
"Kalau penerapan PPKM level 4 di Hotel Hom Premiere Abepura ini, kami perketat protokol kesehatan, pengunjung, pertemuan juga dibatasi kuotanya 25 persen,"ujarnya.
Baca juga: Seusai Bunuh Istrinya, Lansia di Jakarta Utara Ini Panik dan Minta Tolong ke Tetangganya
Lanjut dia, hotel yang dipimpinnya itu dibuka selama 24 jam, hanya saja aktivitas live music dan lounge, serta food and beverage, ditutup pukul 19.00 WIT.
Lelaki yang mengepalai 3 hotel milik Horizon grup di Jayapura ini menyebutkan kebijakan PPKM yang diambil akan jauh lebih efektif dan dapat diminimalkan dampaknya, dibandingkan menutup akses kapal dan penerbangan.
Baca juga: Penerapan PPKM, Antusias Pembeli Bendera Merah Putih di Jayapura Menurun
"Masih ada strategi bisnis yang dapat kita jalankan sebagai pelaku usaha perhotelan, terutama dengan mengaktifkan layanan take away pengantaran makanan dan minuman,"katanya.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Papua menelah kembali kebijakan rencana penutupan wilayah itu, berupaya menemukan solusi yang tepat dalam menekan laju penyebaran Covid-19.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/roy.jpg)