Insentif Nakes di Nganjuk Dialihkan untuk Pembangunan Puskesmas, DPRD: Saya Tak Pernah Diajak Rapat

90 persen dana insentif nakes di RSUD Kertosono dan Nganjuk untuk pembangunan Puskesmas. Ini kata Wakil Ketua II DPRD Nganjuk.

(AFP PHOTO/PRAKASH SINGH)
Ilustrasi nakes - 90 persen dana insentif nakes di RSUD Kertosono dan Nganjuk untuk pembangunan Puskesmas. Ini kata Wakil Ketua II DPRD Nganjuk. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Pemkab Nganjuk di era Bupati Novi Rahman Hidayat mengalihkan peruntukan 90 persen dana insentif tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kertosono dan Nganjuk untuk pembangunan Puskesmas.

Wakil Ketua II DPRD Nganjuk, Raditya Haria Yuangga, mengaku tidak tahu alasan tersebut dan merasa DPRD tak pernah diajak musyawarah mengenai kebijakan tersebut.

“Kebetulan waktu itu kita (DPRD) tidak pernah diajak rapat mengenai hal ini. Karena ini kan bukan masuk APBD Kabupaten Nganjuk, tapi kan langsung, yang transfer langsung dari kementerian,” katanya kepada Kompas.com, Rabu (28/7/2021).

Baca juga: Petani Nekat Bunuh Tetangganya, Simpan Dendam soal Ikan di Sawah hingga Tagihan Listrik

Pembangunan belum dieksekusi

Polisi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu heran dengan pihak Pemkab yang ingin membangun Puskesmas di Kecamatan Gondang dan Lengkong.

Menurutnya, gedung puskesmas itu tidak terlalu mendesak direnovasi karena masih cukup kokoh.

“Jadi saya rasa pengalihannya (dana insentif) kan dikarenakan hanya ambisi untuk memperbaiki gedungnya, tapi tidak berambisi untuk memperbaiki pelayanannya atau kesejahteraan bagi nakes tersebut,” tuturnya.

Apalagi sampai detik ini rencana tersebut menurutnya belum juga dieksekusi.

“Pada kenyataannya sampai dengan hari ini dana (insentif nakes) tersebut masih utuh, karena dari pihak Dinkes kan belum mengeksekusi satu rupiah pun,” ungkap Angga.

Baca juga: Viral Bansos Warga Dipotong Rp50 Ribu untuk Servis Ambulans, Ketua RW di Depok: Kami Kembalikan Saja

Baca juga: Kronologi Suami Bunuh Selingkuhan Istrinya, Warga Sembunyi Ketakutan: Saya Dengar Korban Teriak

Belum dibayar sejak September 2020

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Nganjuk, Heni Rochtanti, membenarkan informasi bahwa insentif nakes belum dibayarkan sejak tahun lalu.

“Kalau (insentif nakes) di rumah sakit itu infonya September sampai Desember (2020) yang belum,” jelas Heni saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (28/7/2021).

Namun Heni memastikan keterlambatan pembayaran ini hanya dialami nakes RSUD.

Sedangkan insentif nakes puskesmas tahun tahun 2020 sudah dibayarkan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved