Breaking News:

Papua Barat Terkini

Reagen PCR Habis, Warga Dilarang Keluar dari Papua Barat

"Kami sudah komunikasikan dengan KKP Manokwari, agar berangkat dengan rapid antigen tetapi tiba harus ikut tes PCR," kata dr Arnold Tiniap.

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Tio Effendy
TES PCR - Warga sedang mengantre di Balai Laboraturium Kesehatan Provinsi Papua demi pemeriksaan PCR Covid-19, Senin (26/7/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM: Masyarakat yang berada di Provinsi Papua Barat dilarang melakukan perjalanan keluar dari provinsi tersebut.

Hal tersebut imbas dari ketersediaan reagen untuk pemeriksaan PCR yang mulai menipis.

"Kami sudah komunikasikan dengan KKP Manokwari, agar berangkat dengan rapid antigen tetapi tiba harus ikut tes PCR," kata dr Arnold Tiniap.

Baca juga: Oksigen Terbatas, Gubernur Papua Barat Minta Bantuan SKK Migas

Kata Tiniap, ke depan warga boleh berangkat pakai antigen, namun pelaku perjalanan harus mengikuti prosedur saat tiba di daerah tujuan.

"Itu juga untuk menghemat reagen PCR, supaya lebih fokus melakukan pemeriksaan kontak dekat dan mereka yang bergejala," tandas Tiniap.

Dikatakan, sejak awal pihaknya telah menyiapkan kebutuhan reagen untuk setahun.

Di mana sejak Januari hingga awal Juni 2021, penggunaan reagen masih normal di RSUD Provinsi Papua Barat.

"Pas pertengahan Juni ada peningkatan kasus, dan kita melakukan pemeriksaan kontak erat," tuturnya.

"Begitu ada keluarga yang positif, masyarakat juga jalan berbondong-bondong datang, untuk melakukan pemeriksaan," imbuhnya.

Baca juga: 5 Berita Populer: 104 Warga Jayapura Terjaring Operasi Yustisi hingga Warga Manokwari Abaikan Prokes

Sehingga, lanjut Tiniap, terjadi peningkatan pemeriksaan.

"Saat ini Rumah Sakit Provinsi Papua Barat mendapatkan kiriman sampel dari layanan kesehatan lain," ucap Tiniap.

Biasanya, pihaknya melakukan pemeriksaan sehari bisa mencapai 50 hingga 100.

"Saat ini kita lakukan pemeriksaan perhari mencapai 300. Sehingga dalam satu bulan saja kita habiskan reagen yang seharusnya sampai akhir tahun," jelasnya.

"Reagen yang tersedia ini diperkirakan sekitar pertengahan Agustus, sudah habis," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved