Breaking News:

Liga 1 2021

Jacksen F Tiago: Penundaan Kompetisi Berdampak Prestasi Sepakbola Indonesia

"Jika tertunda terus, maka bukan hanya para pemain Liga 1 dan Liga 2 saja yang rugi, tetapi sepakbola nasional secara keseluruhan," kata JFT

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Roy Ratumakin
Pelatih Persipura Jayapura, Jacksen F Tiago. 

TRIBUN-PAPUA.COM: pelatih Persipura Jacksen F Tiago pun angkat bicara soal penundaan kompetisi Liga 1 2021.

Menurut pelatih berkebangsaan Brasil tersebut, penundaan Liga 1 dan Liga 2 di Indonesia akan bedampak jangka panjang bagi sepakbola Indonesia.

"Jika tertunda terus, maka bukan hanya para pemain Liga 1 dan Liga 2 saja yang rugi, tetapi sepakbola nasional secara keseluruhan," kata JFT sapaan akrabnya di kutip Tribun-Papua.com dari laman Kompas.

Menurutnya, imbas terdalam adalah kepada pesepakbola kelompok umur yaitu umur 2007, 2006, 2005, 2004, dan 2003.

Baca juga: Persipura Jayapura Kembali ke Malang, Jalani Sesi Latihan Jelang Liga 1 2021

"Ini (penundaan) cukup berimbas pada perkembangan generasi penerus," ujarnya.

Pemain-pemain muda yang mulai menjajaki karier profesional pada musim 2019 harus menunda debutnya, sementara usia mereka tetap berjalan.

Akibatnya tidak sedikit yang akhirnya melewatkan usia keemasan tanpa melakoni pertandingan sama sekali.

Belum lagi perkembangan usia dini yang mandek total karena pembatasan kegiatan masyarakat.

Dikhawatirkan akan terjadi semacam gap kualitas dalam pada sebuah generasi yang muara akhirnya pada prestasi tim nasional, khususnya timnas kelompok usia yang punya batasan-batasan umur dan tahun kelahiran.

"Skuad timnas Indonesia juga akan terdampak kedepannya. Contohnya Garuda Select jilid III harus melakukan banyak penyesuaian karena pandemi," tukasnya.

Baca juga: Jawaban PT LIB soal Kabar Sebuah Bank Jadi Sponsor Utama Liga 1 2021: Secepatnya

Belum lagi setelah program selesai pada akhir Mei lalu pemain tidak bisa mendapatkan program pembinaan lebih lanjut karena sepakbola Indonesia sedang vakum.

“Program Garuda Select Jilid III kemarin sudah mengalami dampak tersebut dengan keterbatasan uji coba di Inggris. Apalagi, setelah mereka balik ke Indonesia dan tidak bisa melanjutkan ilmu di bawah kepelatihan coach Dennis Wise dan Des Walker,” tutur mantan pemain Persebaya Surabaya dan PSM Makassar tersebut.

JFT pun berharap hal ini bisa menjadi satu di antra pertimbangan untuk memutar kembali kompetisi. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved