Breaking News:

Sekolah Penggerak di Papua

SMP 5 Arso Papua Jadi Pilot Sekolah Penggerak Pertama

Ini adalah tantangan bagi sekolah kami untuk menyukseskan program digitalisasi sekolah dan melahirkan para pelajar Pancasila

Penulis: Nandi Tio G Effendy | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua
SEKOLAH PENGGERAK - SMP NegeRi 5 Arso lulus sebagai Sekolah Penggerak mewakili Provinsi Papua. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tyo Effendy

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – SMP Negeri 5 Arso, Kabupaten Keerom harus membuktikan sebagai sekolah unggulan, usai dinyatakan lulus seleksi. Kini mendapat kepercayaan penuh dari Kemendikbud-Ristek RI sebagai Sekolah Penggerak.

Sistem program Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara menyeluruh yang mencakup kompetensi dalam aspek literasi, numerasi dan karakter, yang dipelopori dengan sumber daya akademisi yang unggul , dari kepala sekolah dan hingga guru pengajar.

Siswi SMA Negeri 4 Jayapura Lulus Seleksi Pertukaran Pelajar ke Amerika Serikat

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan, Kabupaten Keerom Michsin Wibowo, saat membuka Pelatihan In House Training pertama Pembelajaran Sekolah Penggerak di SMP Negeri 5 Arso, Minggu (1/8/2021) siang.

“Alhamdulillah, kami di Keerom mendapat kesempatan pertama bergabung dengan program Sekolah Penggerak, SMP Negeri 7 Yetti juga ikut terpilih,” katanya. 

Menurut Muchsin Wibowo, meski berada di daerah pinggiran di sekitar tapal batas negara dengan Papua Nugini, kedua sekolah mampu bersaing dalam seleksi ketat dan dan mewakili Bumi Cenderawasih bersama tujuh sekolah lainnya.

Di tempat terpisah Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Arso Yanti Menaningrum menyatakan ucapan syukurnya kepada jurnalis Tribun-Papua.com di ruang kerjanya usai kegiatan pembukaan In House Training Sekolah Penggerak.

10 Mahasiswa Papua Dapat Beasiswa Kuliah ke Amerika Serikat

“Ini adalah tantangan bagi sekolah kami untuk menyukseskan program digitalisasi sekolah dan melahirkan para pelajar Pancasila,” ujar Yanti Menaningrum.

Menurut Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Arso, seluruh peserta In House Training Sekolah Penggerak akan mendapatkan bimbingan langsung dari tutor serta pendamping.

Dengan tujuan menyiapkan sekolahnya menjadi contoh agen perubahan, yakni menciptakan kurikulum operasional yang  sesuai dengan kondisi di daerahnya.

“Selama tiga tahun kedepan kami mendapat dukungan penuh dari Kemendikbud berupa anggaran guna mendukung program Sekolah Penggerak,”

Yanti Menaningrum berharap pihak terkait di Kabupaten Keerom dapat mendukung sarana dan prasana guna digitalisasi di sekolahnya.

“Salah satunya yakni problem lemotnya jaringan internet didaerah kami, dan juga rusaknya jalan ke arah sekolah kami dapat lebih diperhatikan, miris rasanya mas,” ucap pimpinan dari sekolah yang beralamat di Jalan Jambu, Kampung Wonorejo, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved