Papua Terkini
Dijadikan Pramuria di Fakfak, Wanita Ambon Alami Trauma
Korban berisi IGH (17), mengalami trauma seusai dipekerjakan sebagai pramuria di Kafe Barcelona, Kabupaten Fakfak, Papua Barat
Penulis: Safwan Ashari Raharusun | Editor: Maickel Karundeng
Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Korban berisi IGH (17), mengalami trauma seusai dipekerjakan sebagai pramuria di Kafe Barcelona, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
Kondisi tersebut disampaikan Kapolres Fakfak, AKBP Ongky Isgunawan, Selasa (3/8/2021).
Baca juga: Driver Taksi Online Tipu Kekasihnya, Pura-pura Urus ATM Lalu Curi Uang Rp 75,8 Juta Milik Korban
Isgunawan mengatakan, korban trauma bukan terhadap laki-laki, namun malah kepada tersangka M dan T.
"Kita lihat, korban agak sedikit trauma karena tekanan," ujar Isgunawan, saat dihubungi TribunPapuaBarat.com.
Baca juga: Hoaks! Muncul Foto Bilyet Giro Rp 2 Triliun yang Disebut Sumbangan Akidi Tio, Ini Kata Polda Sumsel
Kapolres mengatakan, korban IGH sementara ini sangat trauma dengan para tersangka.
"Karena kalau dia tidak mau bekerja di situ, maka akan dikenakan charge (dikenai sanksi) dari mereka," katanya.
Lebih lanjut, jelas Isgunawan, korban saat ini trauma karena pikiran untuk melunasi sangsi (charge).
Baca juga: Dipulangkan Keluarga saat Kritis, Pasien Covid-19 Meninggal dan Petugas Pemakaman Prokes Dianiaya
"Karena mungkin tidak kerja ya, mau bayar pakai apa dia?," ujarnya.
Apalagi, tambah dia, tenaga ahli psikologi sangat terbatas di Fakfak.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/ongky.jpg)