Breaking News:

LAWAN COVID 19

Pembatasan Aktivitas Tidak Berlaku Bagi Usaha Warung di Entrop dan Hamadi di Kota Jayapura

Abaikan PPKM, sepanjang jalan Raya Entrop dan kawasan Pasar Hamadi masih dijumpai warung-warung hingga tengah malam.

Tribun-Papua.com/Tio Effendi
PPKM DARURAT - Tampak keramaian di kawasan Jalan Raya Kelapa Dua Entrop, Jayapura Selatan seolah tak ada PPKM Darurat, Rabu (21/7/2021) Pukul 21.00 WIT. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Berbagai upaya pemerintah dalam menekan angkat penyebaran Covid-19 terus dilakukan, termasuk Kota Jayapura.

Tercatat ada 11.768 orang terkonfirmasi positif di Kota Jayapura, berdasarkan data Satgas Pengendalian, Pencegahan, dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, periode 17 Maret sampai dengan 1 Agustus 2021.

Baca juga: Narapidana Pentolan KKB Yang Kabur Masuk DPO Polda dan Kemenhumkam Papua

Salah satu langkah pengendalian covid-19 yakni batas waktu aktivitas masyarakat, hingga pukul 20.00 WIT.

Sayangnya pemberlakukan batas waktu aktivitas tidak berlaku bagi para usaha kuliner di kawasan Entrop dan Hamadi Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura Papua.

Baca juga: Suami Pergi Kerja, Istri Jadi Korban Rudapaksa Tetangganya di Merauke Papua

Meski sering kali mendapatkan teguran, namun hal itu tidak menjadi persoalan bagi pelaku usaha khususnya warung makan.

Nyatanya sepanjang jalan Raya Entrop dan kawasan Pasar Hamadi masih dijumpai warung-warung hingga tengah malam.

Baca juga: Jelang PON XX Papua, Jambert di Wilayah Jayapura Selatan Berkurang

Kapolsek Jayapura Selatan AKP Yosian Pugu mengungkapkan sudah kerap pihaknya melakukan teguran bagi pelaku usaha warung makan, namun tidak dihindahkan.

“Kalau kami patroli ada warung yang buka kami suruh tutup, namun besok kembali lagi melanggar batas waktu yang ditentutkan pemerintah,” ujarnya saat dihubungi  melalui sambungan telepon seluler, Selasa (3/8/2021).

Baca juga: Pangkalan Judi di Bongkar Polisi di Mimika

Bahkan Pugu menerangkan, kerap para pelaku usaha main kucing-kucingan dengan aparat atau tim gugus tugas Covid-19.

“Kalau ada Patroli mereka tutup, setelah pergi mereka buka kembali,” bebernya.

Baca juga: Kota Jayapura Duduki Peringkat Pertama Kasus Covid-19 di Papua

Dengan dinamika yang ada menurutnya kesadaran masyarakat khususnya pelaku usaha masih rendah dengan momok menakutkan Covid-19.

“Kesadaran kurang, namun kami tidak henti-hetinya berikan himbauan, begitujuga dengan Satgas Covid-19 Kota Jayapura,” ujar Pugu.

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved