Breaking News:

Penelitian

Balai Arkeologi Papua Temukan Jalan Arwah di Situs Khulutiyauw

Penelitian Balai Arkeologi Papua di Situs Khulutiyauw, Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura, berhasil menemukan jalan arwah

Editor: Musa Abubar
Hari Suroto for Tribun-Papua.com
Jalan Arwah di Situs Khulutiyauw, Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA-Penelitian Balai Arkeologi Papua di Situs Khulutiyauw, Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura, berhasil menemukan jalan arwah.

"Jalan arwah ini berupa struktur batu yang disusun satu lapisan, memanjang pada permukaan lereng dari kaki bukit hingga puncak bukit,"kata Peneliti dari Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto kepada Tribun-Papua.com, Kamis (5/8/2021).

Baca juga: Kapolsek Tarumajaya Gendong Nenek 78 Tahun ke Tempat Vaksin: Kakinya Nggak Kuat Jalan

Hari menjelaskan jalan arwah ini memiliki panjang 30 meter dengan lebar 2 meter. Jalan arwah terletak pada sisi selatan Bukit Khulutiyauw. Jalan arwah ini merupakan peninggalan masa megalitik.

Baca juga: Fakta Pembunuhan Perawat Covid-19 di Kalsel, Pelaku 3 Orang hingga Polisi Sebut Sudah Direncanakan

Pada masa lalu berkaitan dengan religi, kata dia, berfungsi sebagai jalan arwah dari dunia manusia yang digambarkan sebagai dunia bawah yang ada di kaki bukit menuju puncak bukit sebagai dunia atas yang dianggap suci atau sakral.

Pada masa prasejarah, lanjut dia, tempat yang tinggi seperti puncak bukit merupakan tempat bersemayamnya roh nenek moyang atau tempat tinggal dewa-dewa.

Baca juga: Dapat Fasilitas Alat Berat Dari Swedia, Atlet Cabor Angkat Berat Semangat Berlatih

"Sangat menarik bahwa jalan arwah ini mengarahnya ke arah Gunung Cyclops yang ada di sebelah utara Danau Sentani,"ujarnya.

Selain batu yang disusun, kata Hari Suroto, pada struktur jalan arwah ini juga ditemukan pecahan-pecahan gerabah berdinding tebal.

Baca juga: Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai Minta Bupati Selesaikan Pembangunan Asrama

Gerabah berdinding tebal ini merupakan jenis tempayan. Tempayan yang berfungsi sebagai wadah untuk menyimpan air.

"Jika dikaitkan dengan konteks jalan arwah, maka diperkirakan gerabah ini berkaitan dengan upacara religi di situs Khulutiyauw,"katanya.

Baca juga: Jelang Liga 1 2021, Takuya Matsunaga Menepi Satu Pekan

Puncak bukit Khulutiyauw paling tinggi terdapat tinggalan megalitik berupa menhir dan papan batu. Papan batu ini orientasi arahnya ke matahari terbit.

Ia menambahkan, hal ini berkaitan dengan matahari sebagai sumber kehidupan dan penguasa kehidupan manusia, sehingga perlu disembah.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved