KKB Papua

TNI-Polri Terus Lakukan Patroli demi Cegah Aksi KKB sambil Bagikan Masker dan Sosialisasi Covid-19

Untuk mencegah aksi dari Kelompok Kriminal Besenjata (KKB), aparat gabungan TNI-Polri di Kabupaten Puncak menggelar patroli, pada Kamis (5/8/2021).

Editor: Claudia Noventa
Istimewah
Aparat Gabungan di Puncak jaga saat membagikan masker kepada masyarakat saat menggelar patroli antisipasi gangguan KKB 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA  – Aparat gabungan TNI-Polri terus menggelar patroli untuk mencegah aksi dari Kelompok Kriminal Besenjata (KKB).

Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia menuturkan patroli tersebut dalam rangka menciptakan Kamtibmas yang aman dan kondusif dilakukan pada Kamis (5/8/2021).

Selain itu, pihaknya melaksanakan sosialisasi terkait bahaya dan pencegahan Covid-19 dengan melakukan pembagian masker ke masyarakat.

 “Sembari patroli, kami juga sosialisasi bahaya Covid-19 serta membagian masker kepada masyarakat di Kampung Kimak dan Kampung Kago Distrik Ilaga Kabupaten Puncak,” ucapnya, dalam rilis yang diterima, Tribun-Papua.com, Kamis (5/8/2021) sore.

Baca juga: Cegah Aksi KKB di Puncak Papua, TNI-Polri Gelar Patroli Sambil Bagi Masker

Baca juga: Pernah Rampas 8 Pucuk Senpi Milik Aparat, KKB Kopengga Enumbi Tewas di Puncak Jaya

Dalam pelaksaan patrol, Punia meminta kepada personil tetap waspada serta mengutamakan keselamatan dikarenakan untuk situasi di Kabupaten Puncak sulit untuk diprediksi.

“Komunikasi kunci utama, guna menghindari kesalahpahaman masyarakat seperti yang terjadi pada Polsek Genyem,” bebernya.

Penangkapan Anggota KKB

Sebelumnya,  anggota KKB Papua Kopengga Enumbi Alias Yamu Enumbi tewas ditembak mati di kampung Puncak Senyum Distrik Irimuli, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, pada Selasa (3/8/2021).

Alias Yamu Enumbi yang berusia 28 tahun itu ditembak oleh pasukan TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi.

Hal ini diungkapkan Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal.

"Yang bersangkutan saat ditangkap melakukan perlawanan hingga ditembak dan meninggal di TKP," katanya, dikutip dari Antara, Rabu (4/8/2021).

Baca juga: Tamu Enumbi Ternyata Pemasok Logistik KKB Lekagak Telenggen, Tewas Tertembak saat Ditangkap Aparat

Dari laporan yang diterima, Kamal menjelaskan, Kopengga Enumbi merupakan target yang masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO.

Kopengga Enumbi masuk DPO Ditkrimum Polda Papua sejak 5 Desember 2018 karena terlibat dalam penyerangan Pos Polisi Kulirik pada 4 Januari 2014.

Diketahui, dalam penyerangan yang dilakukannya, Kopengga Enumbi berhasil membawa kabur delapan pucuk senjata api atau senpi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved