Ekonomi

Tiga Mahasiswa Papua Penjual Roti ini Berpesan Jangan Bebani Orangtua

Tiga mahasiswa Papua penjual roti ini berpesan kepada rekan-rekannya yang kuliah ditanah rantau tak usah membenani orang tua

Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Suasana saat Eiles Kogoya,Anfris Marteseray dan Yesakim Kogoya sibuk menjual roti bakar 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA- Tiga mahasiswa Papua penjual roti ini berpesan kepada rekan-rekannya yang kuliah ditanah rantau tak usah membenani orangtua.

Ketiga mahasiswa penjual roti itu yakni Eiles Kogoya (23, Anfris Marteseray (24) dan Yesakim Kogoya (19).

Eiles dan Yesakim berasal dari Kabupaten Tolikara, sementara Anfris dari Depapre, Tanah Merah, Kabupaten Jayapura.

Baca juga: Kisah Dokter Echa Sagrim Terlibat dalam PB PON XX, Beri Pelatihan kepada Seribu Relawan PON

Mereka bertiga melanjutkan studinya di Universitas Cenderawasih Jayapura tepatnya, Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Eiles Kogoya salah satu dari tiga mahasiswa itu berpesan kepada setiap anak Papua yang merantau, jangan membuat orang tua terbebani.

Baca juga: Penyekatan di Pintu Masuk Manokwari, Tak Punya Surat Vaksin Putar Arah

Lanjut dia, mahasiswa yang merantau harus bisa kerja, membuka usaha dan lainnya agar bisa menopang kebutuhan hidup ditanah rantauan.

Tiga mahasiswa itu terinspirasi menjual roti bakar setelah melihat salah satu temannya, Petrus Arwimbar yang membuka pencucian motor.

Baca juga: Petugas PPKM Arah Pebatasan RI-PNG Berbagi Masker Kepada Warga

Petrus membuka usaha pencucian motor di Jl Baru, Distrik Abepura, Kota Jayapura. Mereka bertiga baru memulai usaha ini, tapi yakin untuk tetap eksis.

Sudah lima hari mulai berjualan, pendapatan yang diraih per hari Rp300 ribu sampai Rp400 ribu rupiah.(*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved