Dari Aksi Polisi Menyamar, Bisnis Prostitusi yang Dijalankan Muncikari Berusia 20 Tahun Terungkap

Muncikari berinisial DK (20) yang menjalankan bisnis prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur diamankan di satu hotel.

Istimewa
Ilustrasi borgol - Muncikari berinisial DK (20) yang menjalankan bisnis prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur diamankan di satu hotel. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Muncikari berinisial DK (20) yang menjalankan bisnis prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur diamankan di satu hotel di Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Kasus tesebut dibongkar Jajaran Subdit IV Reknata Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Selatan.

Kasubdit IV Reknata Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Masnoni , saat gelar perkara, Jumat (6/8/2021), menuturkan terbongkarnya kasus ini setelah dikukan penyelidikan.

Baca juga: Viral Video Seorang Ibu Tenangkan Anaknya yang Menangisi Kabar Lionel Messi: Dia Kan Tidak Mati

Baca juga: Masa PPKM, Pengunjung Pantai Pasir Putih Manokwari Abaikan Prokes

Setelah mendapat informasi, pihaknya kemudian melakukan penyamaran dan menghubungi DK lewat akun sosial media Me Chat.

"Saat dilakukan undercover buy kami langsung mengamankan pelaku yang membawa korban di salah satu hotel di Palembang. Setelah dikembangkan ternyata ada beberapa orang lain yang menjadi korban," kata Masnoni, seperti dikutip Kompas.com.

Kata Masnoni, DK mencari pelanggan lewat media sosial, apabila sudah dapat, ia memasang tarif untuk sekali kencan Rp 1 juta hingga Rp 1,7 juta tergantung usia anak yang dijual.

Sambung Masnoni, dari hasil penyelidikan yang dilakukan pihaknya, korban rata-rata berusia antara 14 sampai 17 tahun.

"Semakin muda semakin mahal," ujarnya.

Saat ini, DK masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumsel.

"Pelaku kita kenakan pasal 88 UU No 78 tahun 2016 tentang perlindungan anak-anak. Pelaku diancam dengan hukuman maksimal 10 tahun penjara," kata Masnoni dikutip dari Sripoku.com.

Baca juga: Tawarkan Gadis di Bawah Umur pada Pria Hidung Belang, Muncikari Berusia 20 Tahun Ini Diciduk Polisi

Pengakuan pelaku

Sementara itu, DK mengatakan, sudah cukup lama menjadi perantara hidung belang. Namun, untuk anak-anak di bawah umur baru satu bulan.

"Mereka yang minta carikan (pelanggan), jadi saya carikan. Kami kenal karena tetangga," ujarnya.

Kata DK, untuk satu kali kencan ia mematok tarif sebesar Rp 1 juta hingga Rp 1,7 juta. Dari tarif itu, sambungnya, ia mengaku hanya cukup membeli kuata.

"Saya cuma dapat dikit fee dari mencarikan pelanggan, cuma bisa beli kuota. Sisanya mereka semua," ungkapnya.

(*)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved