Breaking News:

Mencari Pengganti Klemen Tinal

DPD Golkar soal Calon Wagub Papua: Etisnya, Jabatan Itu Milik Golkar

Ahmad Doli Kurnia Tandjung menegaskan, jabatan Wakil Gubernur Papua sepeninggalan almarhum Klemen Tinal adalah miliknya Partai Golkar Papua.

Tribun-Papua.com/Istimewa
GOLKAR PAPUA - Ketua DPD Golkar Papua yang juga Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal semasa hidupnya. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Roy Ratumakin

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum DPD Partai Golkar Provinsi Papua, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menegaskan jabatan Wakil Gubernur Papua sepeninggalan almarhum Klemen Tinal adalah miliknya Partai Golkar Papua.

“Kalau bicara etis, yah, kursi (Wagub Papua) itu milik Partai Gokar,” kata Tandjung menjawab pertanyaan Tribun-Papua.com di sela kegiatannya di Kantor DPD Golkar Papua, Kota Jayapura, Sabtu (7/8/2021).

Namun, kata Tandjung, pihaknya menghormati apa yang menjadi keinginan Gubernur Papua Lukas Enembe memberikan kesempatan kepada partai politik (parpol) yang tergabung dalam partai Koalisi Papua Bangkit Jilid II untuk mengusulkan calon masing-masing.

Baca juga: Demi Kepentingan Bangsa, DPP Golkar Usung Paulus Waterpauw dan Jhon Tabo

Baca juga: Besok, Dua Nama Calon Wagub Papua Pengganti Klemen Mengerucut

Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum DPD Partai Golkar Provinsi Papua Ahmad Doli Kurnia Tandjung saat menyerahkan bingkisan kepada peserta vaksin di halaman kantor DPD Gokar Papua, Sabtu (7/8/2021).
Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum DPD Partai Golkar Provinsi Papua Ahmad Doli Kurnia Tandjung saat menyerahkan bingkisan kepada peserta vaksin di halaman kantor DPD Gokar Papua, Sabtu (7/8/2021). (Tribun-Papua.com/Roy Ratumakin)

“Bagi kami (Golkar) tidak masalah, itulah proses demokrasi. Namun, kami tetap pada pendirian bahwa tolong komitmen dari awal ini dihargai untuk kepentingan kita semua, untuk kepentingan masyarakat Papua,” tegasnya.

Komitmen awal, katanya, sudah dibangun pada 2013 silam di mana Lukas Enembe dan Klemen Tinal maju bersama untuk mencapai kursi Gubernur dan Wakil Gubernur pilihan rakyat.

“Komitmen ini pun berlanjut hingga periode kedua, namun sayang, pak Klemen Tinal lebih dulu dipanggil Tuhan. Untuk itu, kami tegaskan, komitmen ini jangan sampai diabaikan,” tukasnya.

Disinggung apakah Partai Golkar siap menerima konsekwensi jika dua nama (Paulus Waterpauw dan Jhon Tabo) tak dipilih Gubernur Lukas Enembe, kata Tandjung, setiap keputusan haruslah ditindaklanjuti dengan langkah-langkah politik.

“Ada nanti mekanisme yang berlaku, kami akan perjuangkan itu. Menurut saya, proses ini masih panjang karena ada prinsip-prinsip yang harus dilalui baik aturan UU, PP, Permen dan tentunya prinsip etis dan moral yang harus dipenuhi dan disepakati bersama,” jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved