Dokter Tigor Silaban Meninggal Dunia

Sang Pejuang Kesehatan Warga Papua, Dokter Tigor Silaban Meninggal Dunia

dokter Tigor Silaban dikenal sebagai pejuang kesehatan bagi warga Papua. Julukan itu bukan tanpa alasan, semasa hidup mengabdi di Papua

Penulis: M Choiruman | Editor: M Choiruman
Facebook
PEJUANG KESEHATAN - Dokter Tigor Silaban yang selama ini dikenal sebagai pejuang kesehatan warga Papua meninggal dunia. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Dunia kesehatan Indonesia kembali berduka. Satu sosok yang dikenal sebagai pejuang dan pengabdi kesehatan bagi warga Papua, dokter Tigor Silaban meninggal dunia, Jumat (6/8/2021).

Informasi yang beredar, meninggalnya putra arsitek Masjid Istiqlal Jakarta yang mengabdikan diri untuk warga di Bui Cebderawasih sejak tahun 1979 ini karena serangan Virus Corona atau Covid-19.

Dinas Pendidikan Papua Terget 54 Ribu Anak Usia 12 Tahun Mendapat Vaksin

Hal itu diakui Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M Faqih menyebutkan bahwa sejak seminggu lalu dokter Tigor Silaban dinyatakan positif Covid-19. Menurutnya, sang dokter meninggal saat menjalani dirawat di RSUD Jayapura dan telah dimakamkan, Sabtu (7/8/2021) siang.

Diketahui, semasa hidup, dokter Tigor Silaban dikenal sebagai pejuang kesehatan bagi warga Papua. Julukan itu bukannya tanpa alasan. Karena semasa hidup, dokter Tigor Silaban memilih mengabdikan dirinya di pedalaman Papua.

Pria yang sebelumnya juga menjabat sebagai mantan Kepala Dinas Kesehatan Papua itu pernah bertugas di Jayawijaya, Bokondini, Yahukimo, dan daerah pedalaman lainnya di Bumi Papua.

Baca juga: Capaian Vaksinasi di Pegunungan Arfak Terendah, Masyarakat Lebih Percaya Hoax

Saat mengabdi di Papua, dia juga membangun jaringan radio untuk memudahkan komunikasi antar puskesmas.

Selain itu, dia masuk dan keluar hutan mencari orang yang memerlukan pertolongan. Bahkan ayah 3 anak ini memilih menjadi warga Papua dan meningalkan Pulau Jawa agar bisa lebih banyak membantu orang-orang Papua.

Dokter Tigor Silaban merupakan alumnus SMA Kanisius Jakarta tahun 1978 ini mulai menjadi dokter di kawasan pedalaman, sampai menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan di Kabupaten Jayawijaya sampai tahun 1993.

Berkunjung ke Papua, Mensos Risma: Penting Membangun Kualitas SDM

Pendidikan kedokteran dan Strata Dua (S2) nya dia selesaikan di Universitas Indonesia. Karier kedokterannya pun dia habiskan di Papua. Mulai menjadi dokter di kawasan pedalaman, sampai menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan di Kabupaten Jayawijaya sampai tahun 1993.

Selama karirnya sebagai dokter, pria kelahiran Bogor, 1 April 1953 ini sudah mengantungi 38 tanda jasa di bidang kesehatan. Tigor merupakan anak dari Friedrich Silaban, seorang wakil kepala proyek pembangunan Masjid Istiqlal. Ayahnya merupakan salah satu tim arsitek Masjid Istiglal.

Belakangan ini, kisah dokter Tigor Silaban ini turut menghiasi media sosial. Salah satunya akun Montana Tobink yang membagikan kisah dokter ini ke grup-grup facebook. (*)

Sumber: Surya
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved