Breaking News:

Upacara di Bawah Laut

Menjelang HUT RI, Jayapura Freedive Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut Teluk Humbold Papua

Hari ini kami menyelam bersama lima belas orang di sekitar kapal karam dengan radius 400 meter dari Pantai Dok 2

Penulis: Nandi Tio G Effendy | Editor: M Choiruman
Dok Jayapura Freedive
UPACARA - Sesi penyelaman di sebuah kapal karam, komunitas selam Jayapura Freedive mengibarkan bendera merah putih menjelang perayaan HUT Ke-76 Republik Indonesia. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tyo Effendy

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia, komunitas selam di Provinsi Papua berhasil mengibarkan bendera merah putih di bawah laut Teluk Humbold, Kota Jayapua.

Koordinator upacara di bawah laut, Herman kepada Tribun-Papua.com mengatakan, kegiatan tersebut melibatkan para pegiat selam di Kota Jayapura dan sekitarnya.

Sambut HUT RI ke-76 Tahun, 3 Anggota TNI Bantu Latih Pengibar Bendera Merah Putih

“Hari ini kami menyelam bersama lima belas orang di sekitar kapal karam dengan radius 400 meter dari Pantai Dok 2,” ucap pria dengan latar belakang pendidikan Farmasi, Minggu (8/8/2021).

Herman mengakui kegiatannya tidak sesuai rencana awal yang dilakukan pagi hari karena faktor cuaca buruk di sekitar Kota Jayapura yang akhirnya ditunda hingga pukul 11.30 WIT.

“Kota Jayapura kan diguyur hujan deras sejak pagi mas, sehingga air menjadi keruh. Selain mengganggu kenyamanan dan jarak pandang, tentunya berbahaya untuk menyelam,” lanjut Herman.

Beruntung, pada siang hari cuaca mulai cerah sehingga komunitas Jayapura Freedive dapat menyelam di kedalaman tujuh hingga dua puluh meter dari atas permukaan laut.

Jelang 17 Agustus Deretan Bendera Merah Putih Mulai Terlihat di Kota Jayapura

“Alhamdulillah niat baik kami dapat terlaksana, bahkan kegiatan juga dihadiri istri Kapolres Lanny Jaya Wiwik Suroso yang baru pertama kali mencoba menyelam bersama kami lengkap menggunakan pakaian Bhayangkari, sehingga teman-teman lebih bersemangat.” kata Herman.

Selain mengibarkan sejumlah bendera Merah putih kami juga kampanyekan untuk masyarakat agar berhenti membuang sampah ke arah laut Kota Jayapura dengan membawa spanduk himbauan.

“Selamatkan Tong (kita) Pu (punya) laut, stop ko (Kamu) pu sampah plastik,” bunyi salah satu tulisan dari spanduk himbauan yang dipajang pada salah satu sudut kapal karam.

Herman menerangkan perbedaan komunitasnya dengan kelompok selam lain di Kota Jayapua yakni mereka tidak mengunakan scuba (tabung oksigen) selama melakukan kegiatan dengan pengawasan penuh.

Pemprov Papua Tutup Pelabuhan dan Perketat Bandara, Ketua Pemuda Saireri: Yang Penting Konsisten

“Kami kampanyekan untuk menyelam tanpa menggunakan scuba salah satunya untuk mengedukasi masyarakat sekitar bahwa untuk sedakar menyelam tidak harus mengeluarkan biaya besar yaitu berupa tabung oksigen sekira Rp 350 ribu,” lanjut herman.

Baginya seluruh orang bisa berenang dengan bebas tanpa harus membawa peralatan yang banyak cukup fins (kaki katak) dan kacamata selam sudah dapat menikmati indahnya laut Jayapura. (*)

Dok Jayapura Freedive For Tibun-Papua.com Sesi Penyelaman di Sebuah Kapal Karam, Jayapura Freedive Mengibarkan Bendera Merah Putih Jelang Perayaan HUT ke-76 Republik Indonesia. 

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved