Breaking News:

Otsus Papua Jilid ll Diharapkan Tak Fokus pada Agenda Politik, PB HMI: Bukan Hanya Sekadar Lipstik

PB HMI menilai ini merupakan momentum penting untuk pembenahan dan memperkuat semangat persatuan di tengah ancaman separatisme di Papua.

Editor: Claudia Noventa
Google Map
Papua - PB HMI menilai ini merupakan momentum penting untuk pembenahan dan memperkuat semangat persatuan di tengah ancaman separatisme di Papua. 

TRIBUNPAPUABARAT.COM – Pengesahan UU Otsus jilid ll dalam rapat paripurna ke-23 untuk masa persidangan V tahun 2020-2021, mendapat sorotan dari Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Bidang Otonomi Daerah & Pemberdayaan Desa.

Dari rilis yang diterima Tribun-Papua.com, PB HMI menilai ini merupakan momentum penting untuk pembenahan dan memperkuat semangat persatuan di tengah ancaman separatisme di Papua.

Pelaksanaan Otsus jilid ll secara berkeadilan dan akuntabel menjadi penentu perubahan di Papua.

PB HMI meminta agar Otsus tidak hanya fokus pada agenda politik kekuasaan.

Lebih dari itu, negara harus hadir guna memastikan hak-hak orang asli papua.

Baca juga: Jacksen F Tiago Dilarang Gagal Berikan Gelar, Suporter Persipura Jayapura: Apalagi seusai Lepas Boaz

Baca juga: Pengejaran KKB Pimpinan Fernando Worabai Terus Dilakukan, Kapolres Yapen: Kita Lakukan Pendalaman

PB HMI menaruh harapan besar terhadap gubernur dan bupati di wilayah Papua dan Papua Barat agar lebih bernyali untuk membuat terobosan positif di Papua.

“Sudah puluhan tahun Papua jadi bagian integral dari Indonesia. Tapi sampai sekarang belum juga ada perubahan yang signifikan. Kami berharap, revisi Otsus memiliki dampak yang baik, bukan hanya sekadar lipstik untuk menyenangkan orang Papua. Kita ingin warga Papua, khususnya Orang Asli Papua dapat merasakan setiap denyut kebijakan yang dibuat pemerintah,” ungkap Ketua Bidang Otoda dan Pemberdayaan Desa PB HMI, Riyanda Barmawi dalam diskusi daring, pada Senin (9/8/2021).

Ia juga menilai penambahan anggaran sebesar 2,25 persen dalam Otsus Jilid ll membuka harapan bagi masa depan Papua. Maka pengawasan harus dapat dilakukan agar anggaran tersebut tidak disalahgunakan.

Kalau Otsus jilid ll disusun sesuai dengan kebutuhan OAP, kelak masyarakat Papua dapat mengorbit seperti cahaya yang terbit dari Timur Indonesia.

Lebih lanjut, Riyanda menegaskan bahwa pemerintah harus menjadikan pendidikan, kesehatan serta ekonomi sebagai isu utama agenda pembangunan Papua.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved