Breaking News:

Kuliner Papua

Kampung Abar Sentani Akan Sajikan Kuliner Khas Ikan Kuah Hitam Untuk PON XX Papua

Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura akan menyajikan kuliner ikan kuah hitam pada pergelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua

Hari Suroto for Tribun-Papua.com
Kuliner ikan kuah hitam atau hebehelo dalam wadah gerabah 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA- Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura akan menyajikan kuliner ikan kuah hitam pada pergelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua mendatang.

kuliner ikan kuah hitam ini dapat disajikan sebagai kuliner khas untuk PON XX Papua. Dalam tradisi Sentani dikenal kuliner ikan kuah hitam atau hebehelo.

Kuliner hebehelo berupa presto ikan danau dengan wadah gerabah dengan bumbu daun dan batang keladi. Terdapat beberapa jenis keladi di Sentani,hanya keladi jenis bete yang digunakan sebagai bumbu.

Baca juga: Ramalan Zodiak Hari Ini, Jumat 13 Agustus 2021: Taurus Keinginan Terwujud, Cancer Sibuk Pacaran

"Keladi jenis ini bentuk daun dan batangnya kecil berwarna ungu.Cara memasaknya yaitu batang dan daun keladi diasapkan terlebih dulu di perapian,"kata Hari Suroto, peneliti dari Balai Arkeologi Papua kepada Tribun-Papua.com, Jumat (13/8/2021).

"Sebelumnya, siapkan dulu wadah gerabah yang bagian dalamnya telah ditaruh anyaman bambu sebagai alas,"ujarnya.

Hari menjelaskan, di atas anyaman bambu itu, ditaruh ikan yang sudah dibersihkan. Sebelum dikenal ikan mujair, ikan yang dimasak berupa ikan gabus hitam atau kayou (Eleotrididae Oxyeleotris heterodon) dan ikan gabus merah atau kahe (Eleotrididae Giuris margaritacea).

Baca juga: Dukung PON XX dan Perparnas XVI di Papua, Kemenhub akan Segera Kirim 428 Bus beserta Pengemudi

Setelah itu ditambah air secukupnya dan garam. Baru di atasnya ikan tadi, ditaruh batang dan daun keladi kering.

Pada permukaan atas bahan makanan tadi ditaruh batu bundar pipih untuk penutup sekaligus sebagai penekan. Wadah gerabah berisi ikan dipanasi di atas bara api selama sekitar dua jam.

Garam dan bumbu batang keladi akan merasuk dalam ikan. Selain itu, ikan akan terasa empuk sampai tulang. Rasanya tentu saja enak.

Baca juga: Mitra Tokopedia Perluas Jangkauan, Masyarakat Bisa Bayar Pajak Lewat Warung

Penggunaan batang dan daun keladi merupakan bentuk kearifan lokal yang diwariskan secara turun temurun di Sentani.

Ternyata, kata dia, batang dan daun keladi ungu mengandung polifenol yang terbukti menurunkan kolesterol.

Ikan gabus Sentani memang memiliki kandungan lemak tinggi, jadi untuk menyeimbangkannya digunakanlah batang dan daun keladi.

Baca juga: BERITA POPULER: Daftar Prestasi Boaz Solossa Hingga Kemenhub Kirim 428 Bus untuk PON XX Papua

Keladi merupakan jenis tanaman yang ditanam pertama kali pada masa prasejarah, 8000 tahun yang lalu di Papua dan Papua Nugini.

Sedangkan budaya gerabah mulai dikenal di Papua sejak 3000 tahun lalu. Kuliner ikan kuah hitam ini dapat disajikan sebagai kuliner khas untuk PON XX Papua.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved