HUT ke 76 RI
Gagal Jadi Paskibraka, I Nyoman Ananta Sumanta: Kecewa Tapi Bersyukur
Kegigihan I Nyoman pun membuat ia akhirnya terpilih menjadi salah satu pasukan pengibar bendera yang berasal dari Sumatera Selatan.
TRIBUN-PAPUA.COM: I Nyoman Ananta Sumanta merupakan satu di antara Pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) di Istana Negara harus memupus impiannya akibat terpapar virus Covid-19.
Pria yang merupakan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan tersebut harus merelakan posisinya setelah dirinya dinyatakan positif Covid-19.
Sejak awal Juli, I Nyoman mengikuti seleksi menjadi paskibraka.
Dalam proses itu, berbagai latihan dilakukannya agar lolos dalam tahapan tersebut.
Baca juga: Johny Banua Rouw Tampil dengan Pakaian Adat Shiryu di HUT ke 76 RI
Kegigihan I Nyoman pun membuat ia akhirnya terpilih menjadi salah satu pasukan pengibar bendera yang berasal dari Sumatera Selatan.
Sebelum berangkat I Nyoman pun harus mengikuti tes PCR untuk memastikan dirinya tidak terpapar Covid-19.
Namun, hasil pemeriksaan yang berlangsung pada, Jumat (23/7/2021) menyatakan I Nyoman positif Covid-19 sehingga ia pun diminta untuk segera melakukan isolasi mandiri.
"Malam itu saya masih di hotel, setelah hasil PCR positif saya diminta pulang untuk isolasi," kata I Nyoman dikutip Tribun-Papua.com dari laman Kompas saat berada di Griya Agung Palembang, Selasa (17/8/2021).
Setelah pulang, I Nyoman pun isolasi mandiri.
Dua hari kemudian, ia kembali menjalani tes PCR tepatnya pada, Minggu (25/7/2021) dan dinyatakan negatif Covid-19.
Baca juga: Sedang Upacara di Tempat Isolasi, Pasien Covid Ini Dipanggil dan Diberi Motor oleh Gubernur Ganjar
"Pada tanggal 25 malam itu saya sudah negatif. Tapi posisi saya sudah digantikan orang lain,"ujarnya.
Kekecewaan I Nyoman itu sempat membuatnya putus asa.
Dukungan dari keluarga serta teman-temannya membuat ia bangkit untuk kembali menjadi seorang pengibar bendera.
Tak ingin lama terpuruk, I Nyoman kembali melanjutkan tugasnya sebagai pengibar bendera meskipun hanya berlangsung di Griya Agung Palembang.
Meski demikian, I Nyoman pun masih merasa bangga dikarenakan proses pengibaran bendera Merah Putih dapat berlangsung dengan sukses.
"Perasaan saya sekarang bersyukur sekali, karena kalau saya berangkat ke Jakarta, belum tentu posisi seperti ini (menjadi pengibar bendera). Kecewa sih pasti, karena cuma hal yang kayak kerikil kecil jati terjatuh. Harapan saya, kejadian seperti ini tak lagi terulang," ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/17082021-paskibraka-1.jpg)