Breaking News:

Papua Terkini

Peraih Nobel Fisika George Saa Prihatin Konflik di Papua Sebabkan Banyak Pengangguran

Meskipun pemerintah daerah sudah mengirim masyarakat untuk bersekolah diluar, namun masih banyak pemuda yang tak tersentuh.

Tribun-Papua.com/Tangkapan Layar
Fisikawan Papua Septinus George Saa prihatin melihat banyaknya pengangguran dari daerah konflik yang menjadi masalah di tanah kelahirannya. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tyo Effendy

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Fisikawan Muda Papua Septinus George Saa prihatin melihat banyaknya pengangguran dari daerah konflik yang menjadi masalah di tanah kelahirannya.

Ia sangat mengharapkan perhatian pemerintah daerah atas pendidikan dan masa depan generasi muda Papua yang terdampak konflik selama ini.  

“Mayoritas pemuda di daerah konflik yang tidak lulus SMP, bahkan banyak dari mereka yang hingga kini tak dapat baca tulis,” kata George Saa dalam diskusi FMB9  bertajuk Tangguh Tanpa Mengeluh yang digelar secara daring beberapa waktu lalu.

George Saa mengajak para pengangguran tersebut untuk mengikutinya dalam hal membangun pusat penelitihan teknik dan pusat latihan vokasi di Kabupaten Mimika, Papua.

Baca juga: Gubernur Papua Perintahkan Yunus Wonda dan Kenius Kogoya Lobi Petinggi Politik Jakarta

Baca juga: Dirut PT LIB Enggan Bocorkan Tim yang Berlaga di Partai Pembuka Liga 1, Ada Apa ?

"Saya berikan kesempatan pada masyarakat untuk dapat dilatih dalam beberapa keterampilan, agar mereka nantinya mampu mendapatkan penghidupan,” lanjut peraih First Step to Nobel Prize in Physics 2004 tersebut.

Menurutnya, meskipun pemerintah daerah sudah mengirim masyarakat untuk bersekolah diluar, namun masih banyak pemuda yang tak tersentuh.

George, sapaan akrabnya ingin menjadi sumber inspirasi bagi anak-anak di Papua agar dapat mempunya mimpi.

 "Saya tidak jangkau banyak orang, hanya di sekitar saya, tapi efeknya bisa menggiring sangat banyak masyarakat," katanya.

Tokoh Fisikawan tersebut menuntut pemerintah daerah agar lebih memperhatikan kerja dari para pemuda Papua yang sedang berjuang membangun tanahnya, melalui jalur mandiri pada akar rumput.

“Pemerintah harus berikan kesempatan para pemuda untuk jadi mitra, agar dapat bekerja dari lingkup paling kecil,” kata pria kelahiran Manokwari tersebut.

George menutup dengan memberikan semangat pada seluruh pemuda Papua yang masih peduli membangun Bumi Cenderawasih untuk tetap berkreasi dan berinovasi menyongsong hari esok yang lebih baik. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved