Breaking News:

Forum Intelektual Uncen

Respons Situasi Papua, Kaum Muda Intelektual Uncen Bentuk FMP4B di Jayapura

Otsus jilid 1, masih menyisakan berbagai persoalan yang belum tuntas, namun suka tidak suka otsus jilid 2 telah ditetapkan

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua
PAPUA TERKINI - Kaum muda intelektual Uncen yang berasal dari latar belakang mantan pengurus BEM dan MPM, membentuk sebuah wadah konsolidasi bernama Forum Muda Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (FMP4B) di Jayapura. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Menanggapi situasi di Tanah Papua yang dinilai tengah banyak persoalan, kaum muda intelektual Universitas Cenderawasih (Uncen) membentuk Forum Muda Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (FMP4B) di Jayapura.

Kaum muda tersebut berasal dari Mantan pimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa, dan mantan pimpinan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Uncen.

Plafon Dana Otsus Papua Naik, Ini Besarannya 

Ketua Pemuda Adat: UU Otsus Bentuk Kepedulian Pemerintah untuk Mensejahterakan Rakyat Papua

Berdasarkan rilis pers yang diterima Tribun-Papua.com Minggu (22/8/2021), kedua belah pihak tersebut sepakat untuk menggagas dan berhimpun dalam FMP4B, guna mencari solusi konstruktif, bagi pemerintah dalam tugas dan tanggung jawab pelayanan.

Pertemuan konsolidasi pembentukan FMP4B tersebut, berlangsung di Kafe Ristech Kotaraja Distrik Abepura.

Melalui rilis persnya, Ketua Panitia pembentukan FMP4B Saneraro Samaer, menjelaskan soal latar belakang diinisiasikan forum tersebut. Menurutnya, masih banyak fenomena persoalan dan konflik di Papua, yang berujung inefisiensi dan inefektivitas pelayanan publik, di Provinsi Papua dan Papua barat.

Dikatakannya hal itu merupakan akumulasi dari berbagai masalah, mulai dari kemiskinan struktural, korupsi, kesehatan, pendidikan, hak ulayat, infrastruktur, konflik sosial dan ketidakadilan.

Demi Kesejahteraan Papua, Pemuda Adat Ajak Warga Dukung Pengesahan UU Otsus

Selain masalah kekinian, dirinya dan rekan-rekan kaum muda intelektual lainnya, juga menyoroti soal persoalan di masa lalu.

"Otsus jilid 1, masih menyisakan berbagai persoalan yang belum tuntas, namun suka tidak suka otsus jilid 2 telah ditetapkan," ujarnya.

Untuk itu, sebagai anak muda Papua yang memiliki intelektualitas, harus menanggapinya dengan membangun sinergitas, baik secara pikiran dan peran.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved