Breaking News:

Pemalsuan PCR

Dua Oknum Tenaga Medis Terlibat Pembuatan PCR Palsu, RS Provita Jayapura Tingkatkan Pengawasan

Manajemen RS Provita Jayapura akan perketat proses pembuatan surat PCR di rumah sakit tersebut

Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Nandi Tio G Effendy
Direktur Rumah Sakit Provita Drg Fansca Titaheluw didampingi Kuasa Hukum Wahyu Wibowo 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA- Manajemen RS Provita Jayapura akan perketat proses pembuatan surat PCR di rumah sakit tersebut

Direktur Rumah Sakit Provita drg Fansca Titaheluw mengatakan setiap surat PCR yang dikeluarkan oleh pihaknya meski tidak ditandatangani basah, telah melalui proses validasi oleh dokter Patologi kliniknya.

Baca juga: Pembangunan di Yahukimo Terhenti Akibat Gangguan KKB, Pemerintah Diminta Aktif

"Kedua oknum tenaga kesehatan yang saat ini diperiksa statusnya adalah karyawan tetap dan kontrak sehingga saat ini mereka masih bagian dari Rumah Sakit Provita," kata Fansca Titaheluw kepada Tribun-Papua.com, Selasa (24/8/2021).

Menurut dia, kedepannya pihak Rumah Sakit akan meningkatkan pengawasan sehingga tidak akan terjadi kejadian tersebut kembali.

Baca juga: 11 Pasien Covid-19 Ikut Pelayaran Perdana di Rumah Sakit Apung Sorong

"Kami sudah lakukan penyisiran pada seluruh tim di laboraturium, pendaftaran test PCR juga sudah dilakukan dengan cara online agar mencegah kelolosan dari orang tak bertanggung jawab seperti ini,"ujarnya.

Selanjutnya surat PCR Covid-19 yang dikeluarkan Rumah Sakit akan ada tanda tangan dari penanggung jawab sebagai lapisan pemeriksaan.

Baca juga: Aksi Gerpalin Grebek Sampah Plastik di Sungai Maranarauni Waropen: Jaga Ekosistem

"Kami akan terus melakukan perbaikan, tidak ada yang namanya minta hasil dipercepat semua harus mengikuti antrian yang berjalan sesuai prosedur,"katanya.

Dia mengatakan, kejadian tersebut akan menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk pihak Rumah Sakit Provita agar terus memperbaiki sistem pengawasan.

Baca juga: Bali United Vs Persik Kediri Jadi Laga Pembuka Liga 1

Sebelumnya dikabarkan, Kepolisian Resort Jayapura menangkap pelaku MA (36) yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Provinsi Papua, lantaran terlibat dalam pembuatan dokumen PCR palsu.

Selain MA, Kapolres Jayapura AKBP Hendrickus WA Maclaromboen mengatakan polisi juga meringkus tiga pelaku lainnya yakni WK (30) dan DG (23) yang statusnya sebagai oknum pegawai laboratorium di RS Provita.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved