Minggu, 3 Mei 2026

KKB Papua

Pembangunan di Yahukimo Terhenti Akibat Gangguan KKB, Pemerintah Diminta Aktif

Menurutnya, kadang masyarakat setempat merasa tidak nyaman bila ada aparat keamanan di daerah mereka.

Tayang:
(Dok Humas Polda Papua)
Personel Satgas Nemangkawi berada di Kali Yegi, Distrik Dekai, untuk mencari pekerja PT. Indo Papua yang melarikan diri dari KKB, Yahukimo, Papua, Senin (23/8/2021) 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pembangunan berbagai proyek infrastruktur di Kabupaten Yahukimo, Papua, terhenti akibat serangkaian kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenhjata (KKB) di wilayah itu.

Penghentian pekerjaan, menyusul surat edaran yang dikeluarkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wamena.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Polda Papua terkait situasi di atas,” ujar Kepala Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wamena, Sepnat Kambu, melansir Kompas.com, Senin (23/8/2021) malam.

Dikatakan, Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri memutuskan akan mengeluarkan surat edaran untuk menghentikan semua pekerjaan di Kabupaten Yahukimo.

Baca juga: Marvel Rilis Trailer Film Eternal, Ini Jadwal Tayang dan Sinopsisnya

Baca juga: Pasca Pembantaian Dua Pekerja, Situasi Yahukimo Kondusif

“Pekerjaan bisa dilanjutkan setelah ada surat usulan dari Polda Papua bahwa situasi sudah kondusif," katanya.

Menurut Sepnat, sejak ada kejadian penyerangan pekerja empat perusahaan di Kampung Bingky, Distrik Seradala, pada 25 Juni 2021, seluruh pekerjaan jalan dan jembatan di luar Kota Dekai telah dihentikan.

Sepnat sangat menyesalkan kejadian yang menewaskan dua pekerja PT Indo Mulia Baru karena mereka tengah tidak aktif melakukan pekerjaan.

Ia berharap segera ada campur tangan pemerintah daerah setempat untuk membuka ruang komunikasi dengan tokoh-tokoh setempat.

"Kami berharap Pemkab Yahukimo bisa berkoordinasi terkait kondisi keamanan setempat. Mari kita sama-sama mendukung terciptanya kondisi yang kondusif dan menjamin keamanan bagi kami para pekerja," kata dia.

"Situasi ini membuat kami bertanya apakah tahun depan masih bisa uang (pekerjaan) masuk atau tidak, tergantung kondusifnya keamanan di sini."

Selain itu, tidak adanya pengawalan dari aparat keamanan di lokasi pekerjaan jalan dan jembatan, karena situasi yang ada di lapangan.

Menurutnya, kadang masyarakat setempat merasa tidak nyaman bila ada aparat keamanan di daerah mereka.

"Dengan kondisi yang ada, kadang kalau kami melibatkan aparat itu sama saja menambah masalah, tapi kami selalu berkoordinasi," kata Sefnat.

Diberitakan sebelumnya, dua pekerja pembangunan jembatan Sungai Brazza, Kampung Kribun, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, diduga dibunuh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pada Minggu (22/8/2021).

Tak hanya membunuh, kelompok tersebut juga membakar mobil yang digunakan dua pekerja tersebut hingga hangus.

"Diduga setelah dibunuh, kedua korban dibakar bersama mobil yang dikendarainya oleh KKB," ujar Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri, di Jayapura, Senin (23/8/2021). (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved