Breaking News:

Viral Video Anggota TNI Lakukan Kekerasan pada Warga, Begini Beda Pengakuan Dandim dan Korban

Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan sejumlah anggota TNI melakukan tindak kekerasan pada warga.

Editor: Claudia Noventa
Kompas.com/Tribunnews.com
Ilustrasi - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan sejumlah anggota TNI melakukan tindak kekerasan pada warga di Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan sejumlah anggota TNI melakukan tindak kekerasan pada warga di Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.

Meski begitu, Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto menjelaskan hal tersebut hanya sebagai bentuk pembelaan anggotanya.

Muhammad Windra Lisrianto mengatakan dirinya sempat dipukul oleh warga tersebut, hingga akhirnya anggotanya langsung bereaksi.

"Kepala saya dipukul dari arah belakang oleh salah satu warga di sana. Melihat saya selaku komandan Kodim dipukul, anggota saya yang sedang melakukan tugas langsung bereaksi. Akhirnya dipukul lah orang itu," kata Windra saat dihubungi Kompas.com, Senin (23/8/2021) malam kemarin.

Baca juga: KKB Pimpinan Tenius Gwijangge Punya Senjata Rampasan dari TNI Lengkap dengan Teleskop untuk Membidik

Baca juga: Ini Kata Anggota Komisi IX DPR RI Soal Gubernur Ganti Dirut RSUD Jayapura

Sejumlah TNI terlihat sedang melakukan pemukulan terhadap warga di Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali.
Sejumlah TNI terlihat sedang melakukan pemukulan terhadap warga di Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. (Tangkapan layar @jeg.bali)

Bagaimana dengan Versi Warga?

Salah seorang warga yang menjadi korban pemukulan dalam peristiwa itu angkat bicara.

Pria berinisial DI (24) itu membantah tudingan yang disampaikan oleh TNI terkait peristiwa itu.

Menurutnya, tak ada pemukulan yang dilakukan oleh warga terhadap anggota TNI yang sedang menjalani tugas tracing dan testing di desanya.

"Tidak ada (melawan), saya tidak melawan, saya di bawah, duduk," kata DI saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (24/8/2021).

Berdasarkan apa yang disampaikan DI, pemukulan yang ia terima bermula saat ia bersama temannya hendak pulang dari kebun miliknya di tepi Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Senin kemarin.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved