Breaking News:

Papua Terkini

Ini Cara Polisi Himbau Nelayan Tidak tangkap Ikan Gunakan BOM, serta Jaga Ekosistem Laut

Nelayan yang kedapatan merusak ekosistem laut dengan cara di Bom makan akan dipenjara emoat tahun, sesuai Undang-undang No.31 Tahun 2004.

Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Ridwan Abubakar Sangaji
Istimewa
Polair Polresta Jayapura saat berikan himbauan kepada warga di Kampung nelayan Hamadi  

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Satuan Polair Polresta Jayapura Kota berikan himbauan kepada warga terkait Undang-Undang No.31 Tahun 2004 tentang (Perikanan).

Kegiatan ini berlangsung di belakang Pasar Pelelangan Ikan Hamadi Distrik Jayapura Selatan, Rabu (25/8/2021) siang.

Baca juga: Penjaga Gereja Ditemukan Tidak Bernyawah Tanpa Busana

Kasat Polair Polresta Jayapura Kota AKP Francis D. Wardjukur mengatakan, himbauan tersebut diberikan kepada warga guna menjaga keselamatan atau ekosistem laut.

"Kami himbau untuklarangan penggunaan Bom Ikan dan Bahan Beracun Kimia saat menangkap ikan di laut," kata kasat Polair, dalam Rilis yang diterima Tribun-Papua.com, Kamis (26/8/2021).

Kata dia, Undang-undang No.31 Tahun 2004 tentang (Perikanan) pasal 14 mengatur tentang ancaman penjara maksimal enam tahun bagi yang melakukannya.

Baca juga: Ludah Pinang Penyebab Pemalangan Jalan oleh Warga di Ibu Kota Papua

Ia menambahkan, jika warga yang diberikan himbauan melihat aksi penggunaan bom ikan atau bahan beracun kimia oleh nelayan saat menangkap ikan agar segara melaporkannya kepada pihak kepolisian dalam hal ini satuan polair agar ditindak lanjut.

"kami beri himbauan dan disisipkan pesan berikan edukasi pentingnya menjaga protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19 saat ini, agar seluruh pihak dapat bersama-sama mencegah penyebaran virus Covid-19," jelasnya.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved