Jumat, 17 April 2026

Covid 19 Papua Barat

Sidak di Sekolah, Satgas Kota Sorong Temukan ada Sekolah Abaikan Prokes

"Beberapa sekolah saat proses belajar mengajar, guru dan murid tidak memakai masker," kata Fenty Hendri Talane.

Penulis: Safwan Ashari Raharu | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Safwan Raharusun
Satgas Covid-19 Kota Sorong saat melakukan sidak di sejumlah sekolah di Kota Sorong, Papua Barat. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Pelaksanaan proses belajar mengajar tatap muka selama masa pandemi Covid-19, di Kota Sorong, Papua Barat, ditemukan masih ada yang mengabaikan protokol kesehatan (Prokes).

Hal tersebut diungkapkan Koordinator Lapangan Pengawasan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Sorong, Fenty Hendri Talane.

"Secara umum prokes yang diterapkan di sekolah sudah baik," ujar Talane, kepada sejumlah awak media, Kamis (26/8/2021).

Baca juga: BREAKING NEWS: Satgas Covid-19 Kota Sorong Gelar Sidak di Sekolah

Namun, masih ada Guru belum melaksanakan prokes Covid-19 saat berada di lingkungan pendidikan.

"Beberapa sekolah saat proses belajar mengajar, guru dan murid tidak memakai masker," ungkapnya.

Ia meminta, kepada pihak sekolah (guru dan murid), saat proses belajar berlangsung harus tetap gunakan masker, apapun alasannya.

"Ada guru di sekolah beralasan saat menggunakan masker, menghambat suara mereka," tuturnya.

Terkait sangsi, pihaknya akan komunikasikan dengan pimpinan Satgas Covid-19.

"Tadi kami lebih ke memberikan pengarahan kepada guru dan murid, agar tetap menggunakan prokes saat waktu belajar mengajar," imbuhnya.

Selain itu, Kepala Sekolah SD Negeri 2 Sorong, Korneles Louhenapessy menambahkan, sejak aturan dikeluarkan oleh Wali Kota, pihaknya langsung mengumpulkan orang tua siswa untuk membuat pernyataan.

"Orang tua yang setuju dan tidak maka akan dipisahkan, untuk offline dan online," kata Louhenapessy.

"Yang offline, maka kami akan siapkan semua protokol kesehatan," lanjutnya.

Baca juga: Dua Hari Berada di Jayapura, Ini Agenda Panglima TNI dan Kapolri

Ia menjelaskan, bagi yang sepakat tatap muka, pihak sekolah langsung membagi menjadi dua sesi pagi dan siang.

"Satu ruangan untuk sesi pertama hanya 16 siswa saja didalamnya. Ruangan yang dipakai 18 kelas," kata Kepsek SD Negeri 2 Sorong.

Sementara, dalam pantauan TribunPapuaBarat.com, ada salah satu guru di SD Inpres 17 Sorong, ditegur petugas Satgas Covid-19 Kota Sorong.

Pasalnya, saat mengajar di kelas tak menggunakan masker didalam ruangan. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved