Breaking News:

Wisata dan Kuliner

Jelan PON XX 2021, BUMN Diharapkan Dapat Melihat Tempat Wisata yang Kurang Terawat 

BUMN dalam hal ini perbankan dapat melihat monumen dan tempat wisata yang telah usang.

Penulis: Patricia Laura Bonyadone | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Patricia Bonyadone
ILUSTRASI -- Suasana live music di Waroenk Kombrof yang terletak di Pantai Hamadi, Kota Jayapura, Papua. Kafe ini mengusung konsep natural dengan menjaga kelestarian alam. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tirza Bonyadone

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua tak jarang kita melihat sejumlah tempat wisata masih banyak yang belum diperbaiki, padahal melalui ajang nasional ini Papua dapat dikenal melalui destinasi wisatanya.

Tidak hanya itu, monumen bersejarah yang telah dijadikan tempat wisata harus di revitalisasi.

Hal ini disampaikan oleh Antropolog Museum Universitas Cenderawasih (Uncen), Enrico Yori Kondologit (40) bahwa, dirinya berharap pihak BUMN dalam hal ini perbankan dapat melihat monumen dan tempat wisata yang telah usang.

Baca juga: Kapolri dan Panglima TNI Dorong Percepatan Vaksinasi Papua Jelang PON XX

“Kalau pemerintah setempat belum mengambil tindakan, masakan kita harus menunggu kalau bisa kerjasama dengan perbangkan seluru Papua,” kata Yori sapaan akrabnya kepada Tribun-Papua.com, Jumat (27/8/2021).

Dirinya melihat bahwa, PON XX Papua telah di depan mata, namun wisata dan monumen bersejarah tidak terurus lagi.

“Sangat kasihan sekali, padahal banyak monumen yang ada di jantung kota tapi sama sekali tidak dilirik,” ungkapnya.

Yori merasa bahwa, bila diperbaiki ekonomi di Papua khususnya di Jayapura ikut berkembang.

“Minimnya kesadaran itu juga jadi PR (pekerjaan rumah), padahal kalau kita perdayakan baik dan melibatkan masyarakat, saya jamin kota kita ini jadi hidup dan ekonomi maju,” punkasnya.

Ia menambahkan, Ini merupakan objek vital dan cara mempertahankan budaya orang asli Papua.

Baca juga: Sambangi Hotel dan Hypermart Tanah Hitam, Satgas Covid Temukan 1 Orang Dinyatakan Positif

Dengan membenahi rumah dan menjaganya tetap terawat, dirinya mengatakan telah menyimpan sejarah hingga masa depan.

“Mungkin kalau menunggu moment PON ini akan sedikit sulit karena anggaran telah keluar banyak, namun harapannya ini sudah harus jadi bahan evaluasi,” tegasnya.

Yori berharap, pihak perbangkan bisa membantu memwasilitasi hal ini dalam bentuk apapun.

“Tra harus mahal atau pembangunan ulang, cukup cat, ganting seng jika perlu dibuat atau pembersihan. Paling tidak ada gerakan kecil untuk kebersamaan kita,” harapnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved