Covid 19 Papua

Anak Muda Papua Mendorong Masyarakat Untuk Ikut Vaksinasi

Vaksinasi merupakan solusi untuk mencegah banyahnya Covid 19, bahkan Vaksin aman dan halal tidak seperti berita hoax.

Penulis: Patricia Laura Bonyadone | Editor: Ri
Tribun-Papua.com/Tribunnews.com
Vaksin Sputnik-V buatan Rusia yang disebut memiliki efikasi 91 persen, khusus untuk vaksinasi Covid-19 dengan usia 18 tahun ke atas. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tirza Bonyadone

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Sejumlah anak muda Papua berharap masyarakat dapat mengikuti vaksinasi masal, mengingat penyebaran Covid-19 saat ini kian menghawatirkan.

Menurut Mahasiswi Hubungan Internasional, di Universitas Bina Nusantara (Binus) Keizia Meylani Roem, vaksinasi wajib dilakukan oleh masyarakat guna memperkuat sistem imun tubuh.

Baca juga: Inilah Lapangan Terbang Terekstrim di Puncak Papua Sejak Tahun 1950

Selain itu, sebagai penyintas Covid-19 yang sudah di vaksin, gejala pasti ada namun lebih ringan.

"Gejalanya ya biasa ajah sih seperti indra penciuman hilang dan batuk, tidak sampai parah," jelasnya saat diwawancarai Tribun-Papua.com, Senin (30/8/2021).

Tidak hanya itu, ia menambahkan jika tidak mengikuti vaksinasi justru gejala yang ditimbulkan lebih parah.

Baca juga: Peran Perempuan Penting Dalam Membangun Papua, Staff Ahli  Presiden: Pendidikan Kunci Utama

Sementara itu, menurut Kezia vaksinasi hanya belum dijelaskan lebih detail dan perlu adanya edukasi mendalam.

"Masyarakat pada umumnya hanya takut dan belum memahami, karena banyaknya kabar miring perihal vaksin di kalangan warga," ucap wanita yang berdomisili di Kota Dingin Wamena, Papua.

Ia memaparkan, selama mengikuti karantina pasca terserang virus corona, rata-rata pasien ada yang belum paham akan fungsi vaksin.

Baca juga: Sadis, Malak Tidak Diberikan Uang, Seorang Pria Dibacok di Wamena Hingga Nyaris Tewas

"Kasihan juga, ada yang sampe sudah kena dan saya jelaskan baru mereka mau vaksin. ini cukup memprihatinkan," ungkap wanita berdarah Serui ini.

Dirinya berharap agar Pemerintah dan pihak dinas kesehatan dapat memperhatikan, penyebaran dan informasi vaksin lebih transparan.

"Inikan untuk kita juga, jadi kalau bisa ada pemberian materi secara online atau buka posko setiap RT/RW untuk bisa tersampaikan," ujarnya.

Baca juga: Group Kompas Gramedia di Papua, Sambangi Para Janda di Pulau Kosong

Sama halnya dengan Keizia, Angga Wahongan juga menyetujui bila vaksinasi dilakukan oleh seluru masyarakat.

"Wajib sekali, ini bukan soal mendukung program pemerintah, namun lebih meningkatkan imun di masa pandemi ini," pungkas pria asal Manado, Sulawesi Utara.

Mengingat, pesan Wali Kota Jayapura yakni 70 persen hingga 80 persen masyarakat telah vaksinasi, maka akan lepas masker.

"Ini sudah sangat meringatkan kita sih, siapa coba yang tidak capek pakai masker pasti semua lelah," tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved