Breaking News:

Gempa Bumi Papua

Gempa Kabupaten Keerom, Masyarakat Diharapkan Tingkatkan Mitigasi Bencana

Seperti yang diketahui bahwa kejadian gempa telah terjadi di wilayah Keerom sejak Sabtu 28 Agustus 2021, dan mengalami susulan pada 29 Agustus 2021

Gempa Kabupaten Keerom, Masyarakat Diharapkan Tingkatkan Mitigasi Bencana
Istimewa
Ilustrasi Gempa Bumi

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tirza Bonyadone

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA- Seperti yang diketahui bahwa kejadian gempa telah terjadi di wilayah Keerom sejak Sabtu 28 Agustus 2021, dan mengalami susulan pada 29 Agustus 2021 pada pukul 20.00 WIT.

Dari penjelasan Sub Koordinator Bidang Pengumpulan dan Penyebaran Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah V Jayapura, Dedy Irjayanto mengatakan tercatat 29 kejadian gempa bumi susulan dengan magnitude terkecil 2.6 dan terbesar 4.8.

Baca juga: Sidang Praperadilan Terdakwa Victor Yeimo Dinyatakan Gugur

Distribusi magnitude M < 3 terdapat 12 kejadian gempa bumi, magnitude 3 < M < 4 terdapat 13 kejadian gempa bumi, dan magnitude M > terdapat 4 kejadian gempa bumi.

Untuk itu, kata dia, pihaknya menyarakan kepada pemerintah daerah, maupun masyarakat setempat agar tanggap terhadap fenomena alam ini.

"Gempa merupakan fenomena alam yang bisa terjadi, untuk itu pemerintah dan masyarakat harus bisa menyadari serta tanggap bencana,"kata Dedy kepada Tribun-Papua.com, Selasa (31/8/2021).

Baca juga: Terdengar Suara Letusan Senpi, Warga Sekitar Kaget Temukan 2 Orang Tergeletak dengan Luka Tembak

Mengingat gempa bisa terjadi di wilayah mana pun, masyarakat juga diminta untuk siaga di masing-masing tempat.

Pembangunan di daerah Keerom pun harus diperhatikan, wilayah tersebut harus menerapkan bangunan tahan gempa.

"Harus memperkuat mitigasi bencana tidak hanya di Keerom, tapi di setip daerah di Papua,"ujarnya.

Baca juga: Jalan Provinsi di Kota Sorong Rusak, Sopir Angkot : Nanti Jokowi Tiba baru Mulus

Dedy menambahkan, tata ruang dalam pembangunan harus memperhatikan zona kerawanan gempa bumi.

"Masyarakat bisa melakukan evakuasi secara mandiri dalam menghadapi gempa bumi, karena ini adalah hal dasar yang harus bisa dilakukan,"ujarnya.

Selain itu, tambah dia, warga tak harus menunggu bantuan hingga datang baru melakukan evakuasi, karena hal ini bisa mengurangi korban jiwa.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved