Breaking News:

PERSIPURA

Ketum PSSI Lakukan Investigasi seusai Ramai Kontroversi Wasit Liga 1, Persipura Jayapura Jadi Korban

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menanggapi kritikan terkait kepemimpinan wasit Liga 1 2021-2022.

Editor: Claudia Noventa
KOMPAS.com/SUCI RAHAYU
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan memberi sambutan dalam rangka Hari Ulang Tahun PSSI ke 91 di Balai Persis Solo, Senin (19/04/2021) siang. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan menanggapi kritikan terkait kepemimpinan wasit Liga 1 2021-2022.

Diketahui, dalam tiga pertandingan yang dijalankan, ada tiga kasus kontroversi wasit yang paling ramai diperbincangkan.

Pertama adalah saat laga pembuka antara Bali United vs Persik Kediri, Jumat (27/8/2021) malam.

Pada laga itu, Persik Kediri mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-13, tetapi ada kontroversi yang melibatkan penjaga gawang Bali United, Wawan Hendrawan.

Kaki Wawan yang maju terlebih dahulu sebelum bola ditendang menjadi kontroversi.  

Pemain Persipura Jayapura berebut bola dengan pemain Persita Tangerang pada laga kedua BRI Liga 1 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/8/2021). Skor sementara pada babak pertama persipura kalah 1-2 dari Persita Tangerang. Persita Tangerang berhasil mengalahkan Persipura Jayapura dengan skor 1-2 pada Sabtu (28/8/2021).
Pemain Persipura Jayapura berebut bola dengan pemain Persita Tangerang pada laga kedua BRI Liga 1 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/8/2021). Skor sementara pada babak pertama persipura kalah 1-2 dari Persita Tangerang. Persita Tangerang berhasil mengalahkan Persipura Jayapura dengan skor 1-2 pada Sabtu (28/8/2021). (Tribunnews/JEPRIMA)

Baca juga: 4 Gol Curi Perhatian di Pekan ke-1 Liga 1: Nama Wonderkid Persipura Bersanding dengan Senior Lain

Baca juga: Alasan Jacksen F Tiago Langsung Datangi Satu per Satu Pemain Persipura Jayapura seusai Kekalahan

Sementara itu, kontroversi kedua dan ketiga terjadi pada laga kedua antara Persita Tangerang vs Persipura Jayapura, Sabtu (28/8/2021) malam.

Wasit Fariq Hitaba menganulir gol Ahmad Nur Hardianto pada menit ke-21 karena dianggap offside, sementara dalam tayangan ulang tampak penyerang Persita tersebut dalam posisi onside.

Kemudian, Fariq Hitaba juga menganulir gol penyerang Persipura Jayapura, Yevhen Bokhashvili, pada menit ke-53.

Gol tersebut dianulir karena dianggap tidak sah sebab Yevhen dirasa mengganggu kiper Persita Tangerang, Tri Hamdani, yang akan melakukan tendangan jauh.

Sementara ada pendapat berbeda yang menyebutkan gol tersebut sah karena Tri Hamdani melakukan kesalahan dan kemudian bola disambar oleh Yevhen Bokhashvili.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved