Breaking News:

Papua Terkini

BBPOM  Musnahkan Ribuan Produk TMS Senilai Ratusan Juta Rupiah

total obat dan makanan yang dimusnahkan sebanyak  6.090 pcs dengan nilai ekonomi sebesar Rp 113.343.308.

Penulis: Nadila Larajina | Editor: Ridwan Abubakar Sangaji
Tribun-Papua.com/ Nadila
BBPOM Jayapura Musnahkan Ribuan Produk TMS Senilai 113 Juta 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Nadila Larajina 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Balai Besar  Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM)  di Jayapura memusnahkan obat dan makanan Tidak Memenuhi Syarat (TMS), Senin (6/9/2021) pagi.

Kepala BBPOM Jayapura Mojaza Sirait  mengatakan,  total obat dan makanan yang dimusnahkan sebanyak  6.090 pcs dengan nilai ekonomi sebesar Rp 113.343.308.

Baca juga: Kasus Pembantaian 4 Anggta TNI AD, ini Komentar Komnas HAM Papua

Jumlah ini, terdiri dari 87 pcs obat, 510 obat tradisional, 2.173 pcs kosmetik dan 3.320 pcs pangan.

Ia mengungkapkan, pelanggaran yang ditemukan dalam produk tersebut antara lain adalah tak ada izin edar (TIE), mengandung bahan kimia obat (BKO), mengandung bahan berbahaya serta pangan kadaluwarsa. 

"Hari ini juga dilakukan pemusnahan sisa pengujian barang bukti Narkotika golongan satu berupa ganja dan sabu-sabu," kata Mojaza Sirait.

Baca juga: Ini Pengakuan Dosa 1 Pelaku Penyerangan Pos TNI AD di Maybrat, hingga 4 Anggota Tewas secara Sadis

Selain itu, dari hasil pengawasan rutin, operasi maupun penindakan sepanjang 2021 ini, Penyidik Pengawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Besar POM di Jayapura telah menangani 23 kasus pelanggaran  di bidang obat dan makanan.

"Dua diantara 23 kasus ini diajukan sebagai perkara tahun 2021," jelasnya.

Kejahatan pelanggaran di bidang obat dan makanan merupakan kejahatan kemanusian sehingga Mojaza Sirait meminta semua pihakn berpran penting.

“Untuk mempersempit kejahatan tersebut maka menurutnya perlu pengawasan semesta, baik oleh  pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat,” jelasnya.

Baca juga: Letkol Hendra: Sampai ke Ujung Dunia pun tetap Kami cari Pelaku Penyerangan Pos TNI AD di Maybrat

Dia pun mengimbau masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dengan teliti sebelum membeli dan mengkonsumsi obat dan makanan.

Warga juga diminta melaporkan ke Balai POM jika mencurigai produksi dan peredaran obat dan makanan.

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved