Penyerangan Posramil Kisor

Christiana Ayello : Anak dan Perempuan Masuk Hutan, Kami Lihat Foto yang Beredar

Ketua Pokja Perempuan Majelis Rakyat Papua Barat Christiana Ayello mengaku pihaknya melihat foto anak dan perempuan masuk hutan

Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Safwan Raharusun
Ketua Pokja Perempuan, Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), Christiana Ayello. 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA- Ketua Pokja Perempuan Majelis Rakyat Papua Barat Christiana Ayello mengaku pihaknya melihat foto anak dan perempuan masuk hutan.

Pascapenyerangan Posramil Kisor, Kabupaten Maybrat, membuat masyarakat memilih untuk mengungsi di hutan, termasuk perempuan dan anak.

Baca juga: Soal Cawagub Papua, PKB: Jangan Main Potong Jalan

"Hari ini anak dan perempuan sudah masuk ke hutan, kami lihat foto yang beredar memang tidak manusiawi. Kami tidak tega lihat mereka tidur di tikar dan rumput saja,"kata Christiana kepada TribunPapuaBarat.com, Senin (6/9/2021).

Christiana mengaku kabar pengungsi di Maybrat,sampai ke telinganya yakni saat ini masyarakat masuk ke hutan dan tinggal disana.

"Kami harap, persoalan ini dituntaskan tidak dengan kekerasan,"ujarnya.

Baca juga: BEI Gelar Public Expose LIVE 2021

Dia meminta kepada aparat TNI-Polri agar menyikapi persoalan tersebut dengan baik tidak dengan kekerasan.

"Memang ini merupakan persoalan kemanusiaan yang luar biasa, karena menyangkut kematian beberapa prajurit TNI di Posramil Kisor,"katanya.

Meski demikian, kata dia, tak boleh libatkan masyarakat sipil dan mereka menjadi korban.

Baca juga: Gugat Cerai Tyas Mirasih, Ini Respons Raiden Soedjono saat Ditanya soal Isu Orang Ketiga

Ia berharap, aparat TNI/Polri menuntaskan persoalan ini dengan tak menjadikan masyarakat sebagai korban.

"Kami minta agar jangan sampai anak-anak dan perempuan, terlantar karena persoalan ini,"ujarnya.

Ia berharap aparat menyelesaikan persoalan dengan baik dengan mengumpulkan semua tokoh di Maybrat.

Baca juga: Perburuan KKB Maybrat, Warga Kampung Kisor Mengungsi ke Hutan

Sementara itu, Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari, Letnan Kolonel Arm Hendra Pesireron, mengaku masyarakat yang mengungsi karena takut dengan teroris.

"Pihaknya meminta agar masyarakat kembali ke kampung, dan tidak usah khawatir,"ujarnya.

"Kalau untuk oknum tetap dikejar, karena dia telah meresahkan masyarakat,"katanya.

Baca juga: Soal Cawagub Papua, PKB: Jangan Main Potong Jalan

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved