Breaking News:

PON XX Papua

Kecewa Gebyar PON Papua, John Yewen: Anak Papua Harus Jadi Bintang Utama Bukan Artis dari Luar

“Kami selaku tuan rumah harusnya diberikan peran penuh sebagai bintang utama, sedangkan tamu dari luar sebagai artis pendukung,” kata John Yewen.

Penulis: Nandi Tio G Effendy | Editor: Roy Ratumakin
Jhon Yewen for Tribun-Papua.com
SOSOK - Yohanes Yewen atau yang lebih dikenal John Yewen saat mengunjungi Kabupaten Fakfak Papua barat dalam sebuah event Stand Up Comedy di daerah itu Maret 2021 lalu. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tyo Effendy

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Komika nasional asal Papua John Yewen mengungkapkan kekecewaannya pada pelaksanaan Gebyar PON XX Papua pada klaster Kota Jayapura yang berlangsung, Sabtu (4/9/2021) malam.

Menurutnya, masih teramat banyak karya dari pemuda Papua belum terakomodir dalam pentas akbar olahraga nasional tersebut.

“Anak-anak Papua itu karyanya luar biasa, namun masih banyak yang tidak dilibatkan untuk kegiatan di tanah mereka sendiri,” kata Jhon Yewen pada Tribun-Papua.com, Senin (6/9/2021) Siang.

Baca juga: Libatkan 35 Artis Lokal dan 2 Artis Nasional Gebyar PON XX Papua di 4 Kabupaten Capai Rp76 Miliar

“Saya harap kegiatan kedepannya untuk dapat mengajak teman-teman Papua yang juga punya cita-cita besar mensukseskan PON di tanah airnya,” tegas John Yewen.

“Kami selaku tuan rumah harusnya diberikan peran penuh sebagai bintang utama, sedangkan tamu dari luar sebagai artis pendukung,” lanjut finalis Stand up Comedy Academy tersebut.

Pria asal Manokwari tersebut merasa PON ke-20 tersebut harus benar-benar dirasakan dampaknya untuk anak-anak muda asli Papua.

“Kita sudah sama-sama menantikan kegiatan nasional di tanah ini, belum tentu nanti akan ada PON lagi jadi tolong berikan kesempatan penuh untuk pelaku seni Papua,” tutup John Yewen.

Ditempat terpisah, Yohanis Pangkey sebagai salah satu pelaku seni di Kota Jayapura mengakui kekecewaan hal yang serupa.

“Anak-anak Papua harus jadi peran utama, kami punya kualitas dan biarkan kami yang bercerita tentang nilai budaya kami di Papua,” kata Yohanis Pangkey pada Tribun-Papua.com

Baca juga: Pro dan Kontra Penggunaan Mahkota Cenderawasih Saat PON, Ini Kata Antropolog

Yopa, sapaan akrabnya berharap Gebyar PON Papua ataupun pembukaan serta penutupannya dapat menggunakan potensi anak asli Papua yang belum mendapatkan peran.

“Ini acara di Tanah Papua, jelas harus gunakan anak-anak asli Papua dalam mengenalkan budaya,” tutup Yopa.

Diketahui, gebyar yang sama akan dilangsungkan pada tiga kabupaten tuan rumah PON Papua lainnya, yakni Mimika, Merauke serta Kabupaten Jayapura. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved