Breaking News:

Lipsus Burung Cenderawasih

Kawal Mahkota Cenderawasih Asli Saat PON XX, BBKSDA Papua Surati Berbagai Pihak

BBKSDA Papua menyampaikan soal perlindungan, pengawasan, dan pengendalian peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) harus dilaksanakan oleh semua pihak.

Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
PON XX PAPUA - Kepala BBKSDA Papua Edward Sembiring, mengatakan telah menyurati PB PON XX Papua, agar tidak menggunakan atribut ataupun aksesoris Burung Cemderawasih asli, saat seremonial event empat tahunan itu, Selasa (31/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua telah mengirimkan surat kepada berbagai pihak, termasuk PB PON XX 2021.

Hal itu berkaitan dengan respon cepat terkait maraknya penggunaan Mahkota Cenderawasih asli, menjelang dan saat dilaksanakannya PON XX Papua pada Oktober mendatang.

Berdasarkan rilis yang diterima Tribun-Papua.com, Selasa (7/9/2021), disebutkan BBKSDA Papua telah mengirimkan surat tertanggal 3 September 2021.

Surat tersebut baru dikirimkan 7 September 2021, dan merupakan surat kedua yang berisi imbauan larangan penggunaan satwa liar dilindungi.

Baca juga: Pecinta Lingkungan Minta PON XX Papua Bebas Mahkota Asli Burung Cenderawasih

Larangan yang dimaksud, tidak digunakan untuk aksesoris atau cenderamata dalam perhelatan nasional PON XX.

Surat pertama khusus menyoal Cenderawasih, sementara surat kedua mencakup seluruh satwa liar yang dilindungi dan sebagai endemik Papua, dengan rincian sebagai berikut.

Secara detailnya, melalui surat nomor S.856/K.4/BIDTEK/KSA/9/2021 perihal larangan penggunaan satwa dilindungi, BBKSDA Papua menyatakan dukungan atas terselenggaranya PON XX 2021.

Baca juga: Jelang PON XX Klaster Kota Jayapura Lakukan Simulasi Kegawatdaruratan

Namun sesuai tugas sebagai unit penyelenggara dalam pengelolaan konservasi sumber daya alam dan ekosistem, dirasa penting untuk meminta komitmen dari PB PON terkait larangan penggunaan Mahkota Burung Cenderawasih asli.

BBKSDA Papua juga menyampaikan soal perlindungan, pengawasan, dan pengendalian peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) di Provinsi Papua harus dilaksanakan oleh semua pihak.

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved