Breaking News:

KKB Papua

PON XX Papua Tinggal Hitung Hari, KKB Tunjukkan Eksistensinya

Dari tangan kedua tersangka tersebut, Polda Papua berhasil menyita tiga pucuk senjata laras panjang, enam magasin, 73 butir amunisi, uang tunai.

Editor: Roy Ratumakin
Penerangan Kogabwilhan III
ILUSTRASI -- TNI mendapatkan satu pucuk senjata api laras panjang rakitan yang dilengkapi dengan teleskop serta 19 butir amunisi kaliber campuran 5,56 mm dan 7,62 mm setelah terlibat kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) Papua di Bandara Bilorai Kampung Bilogai Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya Papua pada Senin (12/10/2020) sekira pukul 17.45 WIT. 

TRIBUN-PAPUA.COM: Menyisakan 25 hari lagi pagelaran Pekan Olahraga nasional (PON) XX di tanah Papua, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali menunjukkan eksistensinya.

Sebelumnya, sering terjadi aksi penembakan di wilayah pegunungan Papua. Namun kali ini, ada hal yang cukup mengagetkan publik Kota dan Kabupaten Jayapura.

Dimana, Polda Papua berhasil menangkap dua tersangka penyuplai senjata api dan amunisi di wilayah hukum Kabupaten Jayapura.

Baca juga: Warga Sentani Digegerkan Dengan Temuan Mayat, Diduga Kasus Pengeroyokan

Kedua tersangka yaitu AT dan DT tersebut ditangkap tepatnya di Kota Sentani dan Doyo Lama, pada Jumat (3/9/2021) lalu.

Dari tangan kedua tersangka tersebut, Polda Papua berhasil menyita tiga pucuk senjata laras panjang, enam magasin, 73 butir amunisi dan yang tunai senilai Rp 28 juta.

Tiga pucuk senjata ini meliputi satu pucuk senjata M16 dan dua pucuk senjata jenis SS1. Sedangkan amunisi didapat di rumah DT di daerah Genyem.

"Penyidik menjerat kedua tersangka kasus penyalahgunaan senjata api dan amunisi dengan Pasal 1 Ayat (1) UU Darurat No 12 Tahun 1951. Keduanya terancam hukuman penjara seumur hidup, atau hukuman penjara maksimal 20 tahun," kata Direskrimum Polda Papua, Kombes Faizal Ramadhani, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (6/9/2021).

Dikatakan, kedua tersangka ini memiliki peran masing-masing, yaitu penyedia dana dan mencari senjata dan amunisi.

Baca juga: Pecinta Lingkungan Minta PON XX Papua Bebas Mahkota Asli Burung Cenderawasih

"AT berperan sebagai penyedia dana untuk DT. Sementara DT berperan mencari senjata dan amunisi yang diduga dibawa ke KKB," ujarnya.

Pihaknya pun menduga, amunisi yang diperoleh DT berasal dari Papua Nugini (PNG).

"Diduga mereka membawa 73 butir amunisi dan tiga pucuk senjata api dari jalur tikus di perbatasan Jayapura dan Papua Nugini," ungkap Faizal.

Menurut dia, aparat keamanan sudah memantau DT selama satu bulan sebelum akhirnya menangkapnya.

Setelah diyakini DT telah memegang senjata api, penangkapan dilakukan pada Jumat sekitar pukul 10.00 WIT di Sentani, Kota Jayapura.

"Setelah diamankan, DT mengaku senjata dia kubur di dalam tanah di dekat rumahnya di Distrik Genyem," kata Faizal.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti penggunaan senjata api dan amunisi tersebut akan dikirim ke wilayah pegunungan Papua atau tidak. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved