Breaking News:

PON XX Papua

Gerai Honai Papua Resmi Dibuka, Carolus: Hindari Produk Imitasi saat PON XX

Gerai Honai Papua inisiasi PB PON XX beralamat di kawasan Jalan Baru Pasar Lama Abepura, Wai Mhorock, Kota Jayapura. Bukan imitasi.

Penulis: Patricia Laura Bonyadone | Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Patricia Bonyadone
Gerai Honai Papua inisiasi PB PON XX beralamat di kawasan Jalan Baru Pasar Lama Abepura, Wai Mhorock, Kota Jayapura, remi dibuka, Rabu (8/9/2021). Produknya asli buatan masyarakat Papua, bukan imitasi. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tirza Bonyadone

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Gerai Honai Papua yang diinisiasi Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XX Papua di kawasan Jalan Baru Pasar Lama Abepura, Wai Mhorock, Kota Jayapura, resmi dibuka, Rabu (8/9/2021).

Barang-barang yang di display atau dijual di tempat ini merupakan produk asli buatan tangan masyarakat Papua.

Para konsumen pun bisa memesan menggunakan sistem online, maupun berbelanja secara langsung di Gerai Honai Papua.

Wakil Sekertaris Umum PB PON XX Papua, Carolus Bolly menegaskan, gerai ini dibuat untuk membantu ekonomi lokal dan menghindari produk imitasi.

Baca juga: 41 Napi Tewas Terbakar di Lapas Tangerang, Polisi Olah TKP Ungkap Penyebabnya

Baca juga: Bukan Mahkota Cenderawasih, BBKSDA Papua: PB PON XX Gunakan Noken Sebagai Cenderamata

"Kita sangat menghindari produk imitasi, karena ingin menjual produk lokal yang benar-benar asli dibuat orang Papua," tegasnya saat ditemui Tribun-Papua.com, di sela pembukaan Gerai Honai Papua, Rabu (8/9/2021) siang.

Pernyataan Carolus, menyusul kejadian imitasi pada produk batik Papua, beberapa tahun lalu.

"Itu sudah pernah terjadi, dibilangnya batik Papua tapi hanya tiruan, kita menolak terjadi imitasi jilid 2 pada saat PON XX nanti," pungkasnya.

Baca juga: Tolak Mahkota Cenderawasih Dijadikan Cenderamata, Ramses Wally: Itu Kebesaran Adat Papua

Carolus meminta agar setiap cenderamata Papua harus dijaga dan diangkat saat PON XX, guna meminimalisir imitasi.

"Ini menjadi tugas bersama, semua pihak harus terlibat dan bertangung jawab bukan hanya Bidang Sosial Budaya, namun seluruhnya," katanya.

Hal ini sebagai bentuk penjagaan budaya dan kelestarian produk buatan warga lokal.

Baca juga: 4 Berita Populer: Presiden Dilarang Pakai Mahkota Cenderawasih hingga KNPB Bakutembak Kontra Aparat

"Tanpa sadar kita sudah ikut menjaga kualitas dan mendorong ekonomi masyarakat dan Papua secara meluas," imbuhnya.

Carolus menyatakan PON merupakan pintu gerbang tuan rumah Papua dalam hal apapun, maka nilai budaya harus ditonjolkan.

"Nilai seni budaya Papua memiliki ciri khas yang berbeda, sehingga semakin ke depan harus ada nilai jual terhadap setiap produk, dan nantinya bisa dipasarkan ke mana pun," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved